Repelita Jakarta - Jagat dunia maya dihebohkan oleh perbincangan publik mengenai dugaan layanan kesehatan kulit yang tetap beroperasi menggunakan identitas seorang dokter spesialis yang telah berpulang.
Kasus kontroversial tersebut mendadak viral setelah diungkapkan melalui sebuah utas di platform media sosial X yang diunggah oleh akun @Kang Bahar
ADVERTISEMENT
pada hari Minggu, 20 September 2026.
Menanggapi informasi yang mereseskan masyarakat luas itu, pihak Kepolisian Resor Kota Besar Semarang langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna membuktikan kebenarannya.
Berdasarkan narasi yang dibagikan oleh akun @Kang Bahar
, seorang dokter spesialis kulit senior asal Kota Semarang bernama dr. Agus Sukamto, Sp.KK, dikabarkan telah meninggal dunia sejak bulan Juni tahun 2025.
Meskipun demikian, tempat pelayanan kesehatan yang selama ini mencantumkan namanya diduga masih tetap membuka pintu dan menerima kunjungan pasien yang berobat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, memberikan keterangan resmi terkait langkah kepolisian dalam menyikapi isu yang beredar di tengah masyarakat tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh AKBP Andika Dharma Sena pada hari Kamis, tanggal 24 September 2026, ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan penyelidikan kasus layanan medis tersebut.
Dalam keterangannya, Kasatreskrim menegaskan bahwa hingga saat ini jajaran kepolisian masih belum menerima laporan resmi maupun aduan dari pihak korban atau masyarakat yang merasa dirugikan.
"Belum ada laporan terkait ini. Kami akan cek dulu info dari medsos ini," kata AKBP Andika Dharma Sena saat memberikan penjelasan kepada awak media.
Lebih lanjut, isi unggahan dari akun @Kang Bahar
membeberkan modus operandi yang diduga terjadi di tempat praktik dokter spesialis kulit tersebut kepada para pasien yang datang.
"Seorang dokter kulit senior ternyata sudah meninggal, tapi pasien-pasiennya gak tahu. Banyak pasien yang masih datang buat periksa dan ketemu asistennya," tulis pengelola akun @Kang Bahar
dalam utasnya.
Berdasarkan keterangan tambahan dalam unggahan tersebut, setiap pasien yang datang berobat tidak pernah berjumpa secara langsung dengan sosok dokter yang bersangkutan di ruang pemeriksaan.
Orang yang melayani pasien di tempat tersebut beralasan bahwa sang dokter sedang berhalangan hadir karena sakit atau tengah berada di ruangan lain yang terpisah.
Selanjutnya, kondisi kelainan kulit yang dialami oleh pasien didokumentasikan menggunakan kamera ponsel oleh oknum asisten yang melayani di lokasi praktik tersebut.
Foto hasil pemotretan kondisi kulit itu kemudian diklaim akan dikirimkan kepada sang dokter guna mendapatkan diagnosis medis serta penanganan lanjutan.
Setelah proses tersebut selesai, pasien diberikan obat-obatan yang dibutuhkan dan diwajibkan melakukan pembayaran langsung kepada orang yang melayani mereka di tempat praktik.
Kendati demikian, seluruh rangkaian informasi yang beredar luas di media sosial tersebut masih memerlukan proses verifikasi secara menyeluruh oleh instansi berwenang.
Kabar mengenai wafatnya dr. Agus Sukamto sendiri sebelumnya pernah disebarluaskan secara resmi oleh Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro melalui akun Instagram @ika_medica
.
Sebagai informasi tambahan, kawasan kampus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berlokasi strategis di area Tembalang, Kota Semarang, tepatnya di Jalan Profesor Soedarto.
Pengumuman duka cita tersebut dipublikasikan pada tanggal 30 Juni 2025 disertai potret serta nama lengkap dr. Agus Sukamto, Sp.KK, sebagai Alumni PPDS FK Undip Angkatan 86.
Pihak Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Undip menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum serta memanjatkan doa terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan.
Walaupun demikian, hingga saat ini identitas pihak pengelola maupun oknum yang masih menjalankan pelayanan kesehatan dengan menggunakan nama almarhum belum dapat dipastikan secara akurat.
Titik lokasi persis fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi objek perbincangan dalam unggahan viral tersebut juga masih dalam tahap penelusuran tim investigasi lapangan.
Berdasarkan hasil penelusuran digital melalui aplikasi peta, ditemukan sebuah apotek berlokasi di kawasan Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, yang mencantumkan poster praktik atas nama dokter tersebut.
Kolom ulasan pada titik lokasi peta digital itu dipenuhi oleh komentar warga, salah satunya dari pengguna bernama Putri Selfitri yang menyinggung langsung isu viral tersebut.
"Oh ini apotek yg viral di thread, alm dokter agus sudah meninggal dr 2025 tp setiap ada pasien datang dibilang 'difotokan saja nanti saya sampaikan ke dokternya'.. Liat di thread serem-serem komentarnya utk oknum apoteknya, semoga gak ada yg ketipu," tulis Putri Selfitri dalam ulasannya.
Selain bangunan apotek tersebut, ditemukan pula lokasi lain di sekitar kawasan Jalan Kaligarang yang menggunakan nama serupa namun bangunannya terpantau sudah tutup.
Sejumlah warga turut meninggalkan jejak digital berupa ulasan pada profil peta digital, termasuk akun bernama Wahyu Kzu yang mengonfirmasi bahwa almarhum telah tutup usia sejak tahun 2025 setelah berjuang melawan sakit.
Pengguna lain bernama Subroto Xing juga memberikan kesaksian bahwa dirinya pernah berobat di tempat tersebut dan menduga sang dokter sudah tidak lagi aktif melayani pasien sejak lama.
Menanggapi berbagai temuan di lapangan, pihak kepolisian memastikan akan terus menggali keterangan guna mengungkap kebenaran di balik operasional klinik misterius tersebut (*)
Editor: 91224 R-ID Elok