Repelita [Jakarta] - Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh jenama minuman beralkohol NewPort memicu kemarahan luas dari publik tanah air.
Gelombang seruan boikot terhadap seluruh lini produk perusahaan yang menaungi merek tersebut kini ramai disuarakan oleh masyarakat di ruang digital.
ADVERTISEMENT
Jonru Ginting melalui catatan publiknya menjelaskan bahwa jenama minuman tersebut berada di bawah naungan korporasi Orang Tua Group atau OT Group.
Perusahaan tersebut sejak puluhan tahun silam memang telah dikenal luas sebagai produsen berbagai jenis minuman beralkohol tradisional di tanah air.
Sejarah pendirian korporasi itu bermula pada tahun 1948 dengan memproduksi minuman kesehatan beralkohol seperti Anggur Kolesom serta Anggur Merah Cap Orang Tua.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini melebarkan sayap bisnis dengan memproduksi beragam jenis makanan ringan yang telah mengantongi sertifikasi halal.
Sejumlah produk harian tersebut sangat digemari masyarakat luas, termasuk wafer Tango yang menjadi salah satu komoditas terpopuler di pasaran.
Berdasarkan penelusuran berbagai sumber digital, lini produk di bawah korporasi tersebut mencakup berbagai kategori mulai dari makanan hingga produk perawatan tubuh.
Kategori makanan ringan meliputi merek wafer Tango, Fullo, Oops, serta Klop atau Saluto.
Produk minuman non-alkohol yang diproduksi di antaranya mencakup Teh Gelas serta air mineral Crystalline.
Deretan merek permen populer seperti MintZ, Blaster, dan Gestime juga berada di bawah kendali korporasi yang sama.
Sektor perawatan diri turut melibatkan merek perlengkapan kebersihan gigi seperti pasta gigi dan sikat gigi Formula.
Sementara lini minuman tradisional dan kesehatan mencakup produk Anggur Merah Cap Orang Tua, Anggur Kolesom, Intisari Anggur Hitam, Kiranti, serta Panjang Jiwo.
Beragam tanggapan serta komentar dari warganet turut membanjiri kolom percakapan menyikapi seruan boikot terhadap seluruh produk perusahaan tersebut.
Akun media sosial Tony Ramlan menyatakan sikap tegasnya untuk meninggalkan produk-produk keluaran korporasi terkait.
"Demi agamaku dan alquran pedoman ku,maka sejak hari ini Selasa gak bkln beli produk2 dri ot" tulis akun Tony Ramlan.
Dukungan serupa disampaikan oleh akun Romelia Arie yang merasa tidak kesulitan mencari barang pengganti di pasaran.
"Setuju....masih banyak produk lain,... untungnya jarang beli juga produknya" tulis akun Romelia Arie.
Pandangan mengenai kekuatan aksi boikot diungkapkan oleh akun Ferdiansya dalam komentarnya.
"Boikot adalah hal yang paling menakutkan bagi perusahaan besar" tulis akun Ferdiansya.
Kritik terhadap produk makanan tertentu turut dilontarkan oleh akun Soetini Tini seraya menyerukan aksi boikot.
"Bolikot saja.! Saya nggak suka wafer tanggo, enakan wafer selamat double chocolate. Kalau lebaran ada yang kasih wafer tanggo kaleng, malah ngeselin. Isinya sedikit." tulis akun Soetini Tini.
Ajakan bersatu bagi umat muslim disuarakan oleh akun Andang Solin melalui unggahan tanggapannya.
"Saatnya kita bersatu utk MEMBOIKOT semua produk OT group..." tulis akun Andang Solin.
Kesiapan untuk memboikot produk secara total juga ditegaskan oleh akun Samurni Se.
"Siap boikot" tulis akun Samurni Se.
Alasan keimanan dan kepedulian terhadap kesucian agama dijelaskan oleh akun Prayitno Halizza.
"Salah satu bentuk keprihatinan dan kepedulian sbg muslim yg beriman terhadap agamanya, bila agamanya dinista, dihina, bila ia perusahaan, boikot produknya." tulis akun Prayitno Halizza.
Dukungan singkat atas seruan boikot dituliskan oleh akun Imam di ruang digital.
"Perlu" tulis akun Imam.
Ungkapan proses pengalihan pembelian produk disampaikan oleh akun Monica Rajj.
"Otw buycut" tulis akun Monica Rajj.
Ajakan untuk memilih produk yang lebih aman disuarakan oleh akun Ahmad Ridwan.
"Belilah produk yg aman dan bkn penista agama dan melecehkan umat Islam" tulis akun Ahmad Ridwan.
Pernyataan setuju atas aksi boikot turut dituliskan oleh akun Fauzan.
"setuju" tulis akun Fauzan.
Desakan boikot secara tegas juga disampaikan oleh akun Nur Hasan.
"Boikot" tulis akun Nur Hasan.
Seruan penegakan nilai keagamaan disampaikan oleh akun Ahyar dalam komentarnya.
"Save our faith until the end, tegakkan amar ma'ruf nahi munkar" tulis akun Ahyar.
Harapan akan adanya kesadaran kolektif diungkapkan oleh akun Alfattah Fath.
"Memang perlu kesadaran untuk bersatu . Aamiin" tulis akun Alfattah Fath.
Penggunaan istilah boikot kembali ditegaskan oleh akun Yoyö Suprapto.
"Otewe boycott" tulis akun Yoyö Suprapto.
Keyakinan akan ketersediaan barang alternatif disampaikan oleh akun Olish Orchids Orchids.
"Banyak merk lain pengganti.." tulis akun Olish Orchids Orchids.
Pertimbangan prinsip kehalalan rezeki diutarakan oleh akun Anisatul Mubarakah.
"Membeli berarti kita memberikan rejeki halal kita untuk mereka...sama sama memberikan rejeki halal kita...maka lebih baik kita berikan kepada yang tidak punya pabrik minuman beralkohol...apalagi sampai ada kasus penistaan begitu...." tulis akun Anisatul Mubarakah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok