Repelita [Mataram] - Publik jagat maya tengah memberikan reaksi keras terhadap materi promosi ajang Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dinilai kurang estetik dan profesional karena kualitas visual yang disajikan dianggap sangat rendah.
Kritik tersebut bermula dari unggahan poster di akun media sosial resmi KONI NTB yang terlihat sangat mencolok menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence sehingga mengundang perdebatan mengenai orisinalitas karya seni tersebut.
ADVERTISEMENT
Masyarakat mempertanyakan integritas serta anggaran yang dialokasikan oleh pihak penyelenggara karena dianggap tidak mampu menyewa jasa desainer grafis manusia yang lebih berkompeten untuk menangani ajang olahraga bergengsi tingkat daerah tersebut.
Salah satu pengguna Instagram dengan identitas Ali-rr29 melontarkan sindiran tajam melalui kolom komentar pada tanggal 11 Mei 2026 dengan menuliskan “NTB mendunia ngakak dulu. Sekelas Pemprov edit pakai AI, gak ada modal kah?”.
Keresahan yang sama juga diungkapkan oleh warganet lainnya yang merasa bahwa visualisasi acara olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut kehilangan nilai filosofisnya akibat terlalu mengandalkan teknologi generatif yang terkesan sangat kaku.
Seorang netizen bahkan secara sinis mengomentari tampilan flyer tersebut dengan kalimat asli yang menyoroti kegagalan fokus pada substansi acara dengan menuliskan “Enggak salfok ke eventnya, malah ke full AI banget.”.
Kritik mengenai pengelolaan dana hibah olahraga juga muncul dari akun Bung Adha yang merasa janggal dengan pilihan panitia dalam memproduksi konten promosi yang dianggap sangat merendahkan martabat kreativitas anak muda di daerah.
Akun Bung Adha memberikan pernyataan menohok dalam komentarnya yang berbunyi “Uangnya banyak, eh malah pakai AI, enggak waras.” sebagai bentuk protes terhadap kebijakan penggunaan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran.
Selain masalah estetika, para pengamat media sosial juga menemukan kejanggalan teknis pada visual logo daerah yang nampak terdistorsi dan tidak sesuai dengan standar identitas resmi Pemerintah Provinsi sehingga terkesan asal-asalan dalam pengerjaannya.
Hal ini memicu munculnya beragam candaan satire dari publik yang meragukan keseriusan panitia dalam menyelenggarakan kompetisi atletik tersebut di masa mendatang, seperti yang dilontarkan oleh akun Rocky Lombok.
Dalam unggahannya pada 11 Mei 2026, akun Rocky Lombok melontarkan kelakar pedas mengenai teknis pertandingan dengan menuliskan “Apakah cabor yang dipertandingkan nanti pakai AI ya.” yang seketika mengundang tawa dari pengguna lainnya.
Menanggapi hiruk-pikuk di ruang digital tersebut, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengaku dirinya belum mendapatkan informasi detail mengenai proses pembuatan desain poster kegiatan tersebut dari tim kreatif internal organisasi yang dipimpinnya.
Ia berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan tim hubungan masyarakat guna mengonfirmasi kebenaran penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam materi promosi Porprov agar tidak menimbulkan spekulasi negatif yang lebih luas lagi.
Hanafi menegaskan posisi ketidaktahuannya kepada media dengan menyatakan "Saya tidak tahu. Coba nanti saya telepon Humas KONI. Kalau saya sendiri benar-benar tidak tahu kalau itu AI," tuturnya saat dimintai keterangan oleh wartawan.
Hingga saat ini, materi promosi yang mengundang polemik tersebut terus mendapatkan sorotan luas dan telah dibagikan ratusan kali oleh pengguna internet yang merasa kecewa dengan standar kualitas visual pihak penyelenggara kompetisi olahraga nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok