Berita, Internasional

Trump Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Rusia Sebut Itu Cuma Aksi Ego

Repelita.net

30 April 2026 22:18 WIB • 1,102 view

Trump Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Rusia Sebut Itu Cuma Aksi Ego
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengunggah gambar kontroversial di akun media sosial pribadinya pada Kamis, 30 April 2026, yang menampilkan peta Teluk Persia dengan nama "Selat Trump" menggantikan nama Selat Hormuz.

Gambar tersebut menampilkan peta wilayah Teluk Persia dan Oman yang telah diedit secara digital, dengan banyak kapal tanker digambarkan melintasi jalur perairan yang sekarang ia sebut sebagai "Selat Trump."

ADVERTISEMENT

Ini bukan kali pertama Trump memberi nama jalur perairan yang sangat penting bagi pasokan energi dunia itu dengan namanya sendiri.

Pada bulan Maret lalu, Trump sempat berkelakar dalam sebuah wawancara dengan menyebut Selat Hormuz sebagai "Selat Trump" di hadapan para wartawan.

Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri Majelis Rendah Rusia atau Duma, Alexey Chepa, menanggapi unggahan provokatif tersebut dengan pernyataan yang cukup pedas.

Chepa mengatakan bahwa presiden Amerika Serikat sedang menggunakan lelucon dan gimmick semacam itu untuk meninggalkan jejaknya dalam lembaran sejarah dunia.

"Kita tahu Trump menyukai hal semacam ini. Ini sesuai dengan egonya yang sangat besar. Kita sudah mendengar berbagai macam nama geografis baru yang ia ciptakan. Ini khas dari karakternya," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari media internasional.

Ia melanjutkan bahwa apa yang dilakukan oleh Trump saat ini adalah sebuah upaya putus asa agar namanya tercatat dalam sejarah sebagai orang yang berhasil menguasai jalur minyak dunia.

"Ini adalah bagian dari karakter politik dan kehidupan politiknya yang selalu ingin menjadi pusat perhatian," kata Chepa menambahkan analisisnya.

Namun demikian, politisi Rusia itu meragukan bahwa cara-cara semacam ini akan mendapatkan daya tarik di komunitas internasional.

Bahkan Chepa memperkirakan bahwa tindakan kekanak-kanakan ini justru akan membuat Amerika Serikat semakin dijauhi oleh negara-negara lain di kawasan Teluk.

Sebelumnya, Iran telah secara resmi menutup Selat Hormuz sebagai bentuk pembalasan atas blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Pemerintah Teheran juga mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal perang Amerika Serikat untuk tidak mendekati wilayah perairan mereka.

Iran bahkan mengancam akan memblokade total Selat Hormuz sehingga tidak ada satu liter minyak pun yang bisa melewati jalur tersebut.

Dengan demikian, klaim sepihak Trump bahwa ia telah mengganti nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump dinilai oleh para pengamat sebagai tindakan yang tidak berdasar dan hanya bersifat simbolis belaka. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung