Repelita Jakarta - Sastrawan nasional Tere Liye melayangkan sorotan tajam berfokus pada klaim awal Koperasi Merah Putih yang disebut-sebut bakal menjadi wadah khusus bagi produk-produk hasil karya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air.
Melalui pernyataan kritisnya, sang novelis mengaitkan kegelisahan tersebut setelah mengamati sebuah unggahan foto dokumentasi Presiden Prabowo Subianto yang sedang berada di area dalam salah satu outlet perbelanjaan milik badan usaha tersebut.
ADVERTISEMENT
Dirinya melihat ada ketidaksesuaian yang sangat mencolok karena penampakan visual gerai komersial tersebut dinilai identik dan sama sekali tidak memiliki perbedaan mendasar dengan jaringan minimarket raksasa swasta seperti Alfamart maupun Indomaret.
Kondisi tersebut membuatnya skeptis bahwa tujuan mulia untuk memajukan komoditas lokal milik masyarakat kecil justru terpinggirkan oleh konsep toko modern yang cenderung meniru persis ekosistem bisnis gurita retail modern yang telah lama menguasai pasar.
Ia memprediksi lini perdagangan eceran baru ini akan terseok-seok bersaing di sektor ritel, apalagi setelah mendapati fakta lapangan mengenai penetapan tarif harga barang kebutuhan pokok yang cenderung lebih tinggi daripada toko kelontong di sekitarnya.
Skema pengelolaan pertokoan yang kurang matang tersebut dianalisis akan memicu penurunan omzet secara drastis dari bulan ke bulan, sementara beban operasional untuk upah karyawan dan biaya listrik wajib terus ditunaikan pengurus.
Krisis finansial internal tersebut diproyeksikan bakal semakin merongrong eksistensi usaha pada kuartal berikutnya, hingga menempatkan kelangsungan hidup gerai milik koperasi pada kondisi mati segan hidup tak mau akibat minimnya transaksi penjualan.
Selain masalah tata niaga produk, ia juga menyentil moralitas oknum manajemen yang dituding lebih mementingkan fasilitas pribadi berupa kendaraan dinas ketimbang memikirkan strategi penyelamatan toko yang kian hari kian sepi dari kunjungan pelanggan.
Adapun seluruh rangkaian opini orisinal dari sang penulis yang dipublikasikan melalui akun media sosial pribadinya tertulis sebagai berikut: "Katanya isi koperasi merah putih itu produk-produk UMKM. Kalau lihat foto Prabowo di salah-satu gerai KMP, ini sih nggak ada beda dengan Alfamart/Indomaret. Dan apes, KMP mau bersaing dengan minimarket lain? Duuh, dia kira buka toko begini gampang. Bahkan saat harga jual elu rendah, tetap susah. Apalagi pas dicek harga barangnya lebih mahal 🙂 2-3 bulan berlalu…. sepi 4-6 bulan berlalu…. biaya2 terus dibayar, gaji karyawan, listrik, dll 7-12 bulan berlalu…. tambah berat operasionalnya 13 bulan…. hidup segan mati tak mau Sementara mobil-mobil KMP dipakai pengurusnya buat keperluan pribadi deh. Bodo amat koperasinya sepi."
Kritik mendalam dari tokoh literasi populer ini seketika memantik ruang diskusi yang sangat dinamis di kalangan publik netizen yang menuntut adanya transparansi atas realisasi program perlindungan bagi komoditas UMKM asli buatan lokal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok