Berita, Nasional

Tere Liye Kritik Lonjakan Utang Era Prabowo Yang Capai 2,64 Triliun Rupiah Per Hari

Repelita.net

16 May 2026 23:54 WIB • 2,569 view

Tere Liye Kritik Lonjakan Utang Era Prabowo Yang Capai 2,64 Triliun Rupiah Per Hari
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penulis tersohor Tere Liye melayangkan surat terbuka bernada satire yang ditujukan kepada jajaran pejabat pemerintahan pusat untuk menyoroti pembengkakan utang luar negeri Indonesia yang melonjak sangat drastis selama masa transisi kepemimpinan nasional.

Berdasarkan komparasi data resmi yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, dirinya memaparkan bahwa posisi pinjaman negara pada masa akhir jabatan Presiden Joko Widodo di bulan Oktober 2024 berada di angka 8.560 triliun rupiah.

ADVERTISEMENT

Angka akumulasi utang tersebut terpantau mengalami lonjakan yang sangat masif hingga menyentuh nominal sebesar 9.920 triliun rupiah per tanggal 31 Maret 2026 berdasarkan rilis berkala dari instansi pemerintah yang sama.

Sang novelis kemudian melakukan kalkulasi matematis terhadap durasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan selama 516 hari semenjak secara resmi dilantik sebagai kepala negara di momentum pergantian kekuasaan tersebut.

Dari hasil perhitungan operasional tersebut, ia menyimpulkan bahwa manajemen finansial pemerintahan era baru ini rata-rata menambah beban pinjaman komersial sebesar 2,64 triliun rupiah setiap harinya demi menopang belanja kas negara.

Ia mempertanyakan urgensi dibalik kebijakan penarikan pinjaman dana segar berskala besar secara harian tersebut apabila klaim dari para elit politik yang menyebut kondisi keuangan domestik saat ini masih melimpah terbukti kebenarannya.

Lebih lanjut, tokoh literasi ini menilai bahwa fenomena depresiasi nilai tukar mata uang rupiah yang merosot tajam hingga menembus level 17.600 per dolar Amerika Serikat merupakan konsekuensi logis dari ketidakpercayaan pasar keuangan global.

Menurut analisisnya, meskipun opini publik di dalam negeri bisa dimanipulasi dengan berbagai kebijakan populis, indikator pasar valuta asing beserta lembaga pemeringkat kredit internasional sama sekali tidak dapat dikelabui oleh narasi politik sepihak.

Adapun isi tulisan orisinal dari sang sastrawan yang diunggah melalui kanal akun media sosial pribadinya adalah sebagai berikut: "Dear Pejabat, Kita bego-bego-an saja. Saat Jokowi lengser Oktober 2024, utang Indonesia Rp 8.560 TRILIUN. Data dari Kementerian Keuangan. Utang per 31 Maret 2026 adalah Rp 9.920 TRILIUN. Juga data dari Kementerian Keuangan. Berapa lama Prabowo berkuasa per 31 Maret 2026? Adalah 516 hari. Itu artinya, tiap hari, Prabowo nambah utang 2,64 TRILIUN. Setiap matahari terbit, setiap ayam jantan berkokok, nambah argonya segitu. Nah, jika Indonesia ini betulan uangnya banyak, ngapain elu ngutang tiap hari segitu? Seriusan deh, rakyat Indonesia itu memang sebagian besar bego. Itu fakta. Terutama yg masih terima suap sembako, amplop, kaos, bansos utk memilih politisi. Tapi tidak semuanya bisa elu tipu. Pasar mata uang tidak bisa ditipu, lembaga keuangan internasional juga tdk bisa ditipu, pemberi rating pinjaman tdk bisa ditipu. Itulah kenapa rupiah anjlok ke 17.600. Uang kita banyak? Duuh, pejabat-pejabat sekarang itu halu-nya bukan main."

Unggahan bernada kritik tajam mengenai tata kelola makroekonomi nasional tersebut kini menjadi viral dan menuai beragam tanggapan serius dari masyarakat yang mulai mengkhawatirkan beban finansial generasi masa depan akibat tumpukan pinjaman.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung