Berita, Nasional

Sukses Swasembada Pangan, Presiden Prabowo Sebut Banyak Negara Tetangga Kini Antre Minta Beli Beras Indonesia

Repelita.net

16 May 2026 21:47 WIB • 1,327 view

Sukses Swasembada Pangan, Presiden Prabowo Sebut Banyak Negara Tetangga Kini Antre Minta Beli Beras Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Nganjuk - Kepala Negara Prabowo Subianto mengumumkan pencapaian besar pemerintahan pusat yang telah mengamankan kemandirian pemenuhan komoditas pokok di tengah hantaman krisis pasokan global.

Kepala pemerintahan membeberkan bahwa kesuksesan swasembada ini berimbas pada ketertarikan beberapa negara tetangga yang berniat mengajukan permohonan impor komoditas beras dari tanah air.

ADVERTISEMENT

Pernyataan bernada optimistis tersebut disampaikan langsung oleh presiden sewaktu menghadiri agenda peresmian ribuan unit badan usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026.

"Sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apa pun di luar negara kita, kita relatif aman. Kita lebih siap menghadapi cobaan," kata Prabowo.

"Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita, minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga, mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita."

Ia menguraikan fenomena tingginya permintaan pasar internasional terjadi sesudah sejumlah yurisdiksi negara produsen utama agraris mengambil kebijakan proteksionisme dengan menyetop aktivitas ekspor mereka ke luar negeri.

Beberapa wilayah seperti New Delhi dilaporkan telah membekukan pengiriman komoditas pokok berupa padi, jagung, hingga gandum yang kemudian disusul oleh langkah serupa dari otoritas Dhaka.

Ketua umum partai politik ini menambahkan terdapat beberapa perwakilan pemerintahan luar negeri yang sempat menegosiasikan keringanan harga jual atas pasokan cadangan logistik milik tanah air tersebut.

Kendati bersedia menyalurkan bantuan logistik tersebut, pimpinan nasional menegaskan regulasi perdagangan luar negeri tetap harus memprioritaskan kalkulasi nilai tukar yang memberikan profit optimal bagi kalangan petani domestik.

"Saya bilang, saya bilang beri. Kalau mereka butuh, kita harus bantu. Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya yang oke lah," kata Prabowo.

Dirinya mengklaim keberhasilan akselerasi pemenuhan target swasembada nasional yang awalnya diproyeksikan memakan waktu hingga empat tahun ini berhasil terealisasi hanya dalam kurun waktu satu tahun pengerjaan program.

Sementara itu, jajaran kementerian teknis sektor pangan sebelumnya mengonfirmasi adanya tren kelebihan angka produksi logistik nasional sepanjang tahun anggaran sebelumnya yang menyentuh angka puluhan juta ton.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung