Berita, Viral Sosmed

Saat Bursa Asia Menguat, Pasar Modal Indonesia Justru Terpuruk di Regional dan Picu Gelombang Kritik Investor?

Repelita.net

12 May 2026 13:56 WIB • 685 view

Saat Bursa Asia Menguat, Pasar Modal Indonesia Justru Terpuruk di Regional dan Picu Gelombang Kritik Investor?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kinerja pasar modal Indonesia tercatat menjadi yang paling jeblok di kawasan regional setelah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terjun bebas sendirian di saat bursa saham Asia lainnya sedang menikmati keuntungan besar.

Melalui pantauan pada akun Instagram instagram.com tertanggal 11 Mei 2026, anomali ini memicu kemarahan publik yang melihat posisi IHSG sebagai salah satu bursa dengan performa terburuk di awal tahun ini.

ADVERTISEMENT

Kondisi pasar yang memerah ini seketika dibanjiri komentar pedas dari para investor dan netizen yang merasa dikelabui oleh berbagai alasan pemerintah terkait stabilitas ekonomi nasional yang berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.

Akun @abroadnesia melontarkan komentar menohok yang menolak alasan konflik global dengan menuliskan Omong kosong klo blng bursa kita turun karena perang AS-Iran. Wong yg lain pd meroket sebagai bentuk protes atas anjloknya saham domestik.

Sentimen negatif semakin memanas saat netizen mulai menghubungkan kerugian investor dengan fokus anggaran pemerintah pada program makan gratis yang dinilai menjadi penyebab utama kaburnya modal asing dari tanah air.

Hal ini ditegaskan oleh akun @alhasbyy dalam sindiran tajamnya yang menyebutkan bahwa Mau rupiah anjlok, ihsg anjlok, yg penting MBG kudu jalan🔥 yang mencerminkan rasa frustrasi terhadap prioritas kebijakan penguasa saat ini.

Kekecewaan publik juga tertuju pada kegagalan diplomasi ekonomi pemerintah meskipun telah melakukan perjalanan ke berbagai negara, sebagaimana dikritik oleh akun @tpyogi25 dengan menuliskan Lumakan deh tu jalan-jalan ke 50 negara, investor tetep kabur. Syalan.

Ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan saat ini semakin menguat dengan munculnya komentar yang membandingkan kompetensi strategis pemerintah dalam mengelola pasar modal dibandingkan dengan pemimpin negara-negara tetangga yang lebih berhasil.

Akun @sht_vidgram_id secara eksplisit menyatakan kritikannya dengan menyebutkan Pemimpin negara lain paham tentang strategi pasar,beda dengan pemimpin kita yang dipahaminya hanya MBG sebagai penutup dari rentetan protes warga digital.

Kemerosotan tajam ini meninggalkan luka bagi para pelaku pasar ritel yang merasa daya beli dan aset mereka hancur, sementara pemerintah dianggap hanya sibuk dengan narasi pencitraan tanpa memberikan solusi nyata bagi pemulihan indeks saham.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung