Berita, Nasional

Roy Suryo Ngamuk usai Sidang Praperadilan: Ada Termul Tiba-Tiba Ingin Jadi Termohon

Repelita.net

30 June 2026 17:00 WIB • 869 view

Roy Suryo Ngamuk usai Sidang Praperadilan: Ada Termul Tiba-Tiba Ingin Jadi Termohon
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Suasana panas sempat mewarnai persidangan perdana gugatan praperadilan yang dilayangkan Roy Suryo terkait proses penangkapannya oleh pihak Polda Metro Jaya.

Roy Suryo tampak menunjukkan kemarahan seusai menghadiri agenda sidang tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia merasa terganggu dengan kehadiran pihak yang dianggap tidak memiliki kaitan langsung dengan perkara hukum yang tengah ia perjuangkan.

Kita semua mengadakan sidang sidang, pertama ini Alhamdulillah lancar dan tanpa kurang apa-apa.

Lucunya tadi di tengah-tengahnya ada pihak yang tidak berkompeten, tiba-tiba maju ke depan dan ingin juga ikut termohon juga, padahal dia itu katanya pengacara profesional inisialnya CS, sering kita lihat dia di antara para Termul, ungkap Roy Suryo.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menyoroti sosok berinisial CS yang diduga sering berafiliasi dengan pihak lawan dalam kasus tersebut.

Dia meninjau dasar hukum yang dipakai individu tersebut sehingga berani mengajukan intervensi di tengah proses praperadilan.

Itu sungguh-sungguh, tiba-tiba ikut mau serta sebagai tambahan mohon.

Sependek pengetahuan saya, dalam ilmu hukum yang namanya pihak yang mengajukan intervensi itu hanya ada di perdata, tidak ada di dalam praperadilan, tegasnya.

Roy Suryo melontarkan sindiran tajam terhadap kompetensi pengacara tersebut di hadapan awak media.

Belajar di mana itu saudara CS, sayang saya tidak menggunakan kaus yang biasanya tertulis 'malu bro'.

Kalau ada saya buka kausnya, belajar sebagai kuasa hukum merah putih, katanya biru hitam, itu namanya tidak jelas itu, ucapnya.

Meskipun merasa kesal dengan adanya intervensi dari oknum tersebut, Roy tetap bersyukur permohonan praperadilan miliknya sudah dibacakan.

Dirinya berharap hakim bisa melihat kejanggalan prosedur penangkapan yang dianggap melanggar hak asasi manusia.

Ia kembali mengungkit pengalamannya yang disebut mirip dengan adegan film sejarah nasional akibat ketidaktahuan identitas para petugas.

Jadi, adegannya memang tidak berlebihan kalau saya katakan benar-benar seperti film Pengkhianatan G30S/PKI ya.

Karena saya tidak boleh berganti pakaian, tidak boleh makan, tidak boleh minum, mandi saja juga sudah tidak boleh, cuci muka saja hampir tidak boleh.

Untung di bawah itu ada dapur sehingga saya sempat cuci muka, kesimpulannya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung