Repelita [Jakarta] - Gelombang gelombang besar yang terjadi di Teheran sebagai bentuk persetujuan terhadap langkah-langkah masyarakat pemerintah yang merencanakan perjanjian perdamaian dengan Amerika Serikat.
Ribuan massa memadati area di depan kantor Kementerian Luar Negeri untuk menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan yang diambil oleh diplomat senior Abbas Araghchi.
ADVERTISEMENT
Aksi ini dipicu oleh pengumuman resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana kesepakatan tersebut.
Para demonstran menilai bahwa langkah yang diambil pemerintah tidak memberikan keuntungan sama sekali bagi kepentingan nasional Iran.
Terlebih lagi, terdapat kekhawatiran yang mendalam di kalangan warga bahwa pakta ini akan melenyapkan kendali strategi Iran atas Selat Hormuz.
Selain itu, para pengunjuk rasa melontarkan tudingan kepada delegasi negosiator Iran yang dianggap telah memberikan konsesi terlalu besar kepada pihak lawan.
Pelepasan aset yang dibekukan disebut menjadi motif utama di balik dorongan pemerintah untuk segera merampungkan perjanjian di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Seluruh elemen masyarakat yang hadir dalam aksi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan negara agar tidak menggadaikan kedaulatan bangsa demi kepentingan suatu saat nanti.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok