Repelita Jakarta - Muhammad Said Didu menanggapi pernyataan Menteri Kehutanan sekaligus Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengenai gugatan terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK).
Tanggapan tersebut disampaikan Said Didu melalui unggahan di X pada 25 September 2026. Ia membalas unggahan akun @tijabar yang mengutip pernyataan Raja Juli Antoni.
ADVERTISEMENT
Dalam kutipan tersebut, Raja Juli Antoni disebut menilai gugatan mengenai ijazah Gibran sebagai manuver politik yang tidak beradab. Ia juga menyebut isu tersebut tidak relevan ketika pemerintah tengah menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menanggapi pernyataan itu, Said Didu menulis, “Justru yg gunakan ijazah palsu atau tidak punya ijazah yg tidak beradab”.
Unggahan Said Didu kemudian mendapat beragam respons dari pengguna X. Sejumlah komentar menyinggung kembali isu ijazah Gibran, sementara lainnya mengkritik pernyataan Raja Juli Antoni.
Akun @tijabar menulis, “Termul biar udah level menteri tetap aja termul 11-12 sama bapaknya nyerang dulu mikir belakangan 😁”.
Sementara akun @itshanhannnn memberikan komentar, “Koruptor ngoceh soal adab ..🤣🤣”.
Akun @Madejothree juga mempertanyakan persoalan adab dengan mengaitkannya pada isu kebakaran hutan dan dugaan penipuan terhadap masyarakat.
“Apakah pembiaran masalah kebakaran hutan "beradap"? Menipu ratusan juta Rakyat Indo apakah sangat tidak beradap?#revolusiakhlak”
Komentar lain datang dari akun @serambi2101 yang menulis, “raja juli orang yang sangat hebat walaupun tolol bisa jadi pejabat”.
Akun @JimEsjo kemudian menanggapi polemik tersebut dengan kalimat, “Sesama baningan harus saling melindungi.”
Sementara akun @SugengMarw63676 menuliskan komentar bernada keras yang ditujukan kepada Raja Juli Antoni dan sejumlah pihak lainnya.
“YANG GAK BERADAB ELO DAN SEMUA YERMUL DAN SEMUA KELUARGA JOKOWI ...ANJING KITA DIBILANG GAK BERADAB...UDEH NGEJILAT PANTAT HOKOWI SAMA MAKAN TAEKNYE....YA...RAJA YG GAK PUNYA MAETABAT”
Akun @kak_chia juga menyampaikan kritik terkait orang yang memanfaatkan persoalan politik setelah tidak lagi memegang jabatan.
“Lebih biadab lagi orang yg krn dipecat dari jabatan dgn memanfaatkan jutaan orang hanya utk sekedar membalaskan sakit hatinya. Ketika menjabat muncungnya mingkem ketika hilang jabatan belagak sok pahlawan kesiangan.”
Selain itu, akun @xxxabdulqo menulis, “Orang kalau sudah kena suap langsung menjilat ,otakpun setel dongok”.
Akun @Santo2817 turut menyinggung isu dugaan penipuan terhadap masyarakat melalui komentarnya, “Yang tidak ber ADAB itu org yg sdh nipu jutaan rakyat”.
Sementara akun @BangKamad memberikan tanggapan singkat, “Cerita adab🤣😂, sipaling beradab”.
Akun @RinduBae_Wish mengajak agar polemik tersebut dihentikan dan menyinggung isu ijazah Gibran serta Prabowo.
“sudahi polemik ini SUKET @gibran_tweet bs jd alat barter kenaikan ⭐⭐⭐⭐ @prabowo yg dulu di pecat”
Akun @jakkari1 kemudian menulis, “Harap maklum dia lagi punya masalah berat soal amplop, jadi gak konsen bacotnya gak beradab”.
Sementara akun @misrizal_mj memberikan komentar yang secara langsung mengaitkan persoalan syarat pencalonan wakil presiden dengan adab.
“Benar sekali, yang beradap itu mundur jika gak memenuhi syarat jadi wapres.”
Polemik tersebut memperlihatkan beragam tanggapan pengguna media sosial setelah pernyataan Raja Juli Antoni mengenai gugatan ijazah Gibran mendapat respons dari Muhammad Said Didu pada 25 September 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok