Berita, Internasional

Putin–Trump Telepon 90 Menit, Bahas Perang Iran dan Gencatan Ukraina

Repelita.net

30 April 2026 21:57 WIB • 901 view

Putin–Trump Telepon 90 Menit, Bahas Perang Iran dan Gencatan Ukraina
Foto: Istimewa

Repelita Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon yang berlangsung selama lebih dari 90 menit pada Rabu waktu setempat, 29 April 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah pembicaraan, Ajudan Kremlin Yuri Ushakov menyebut bahwa percakapan antara kedua pemimpin negara adidaya itu berlangsung secara profesional.

ADVERTISEMENT

Fokus utama dari dialog bilateral tersebut adalah membahas perang Iran yang sedang berkecamuk serta situasi terbaru di Ukraina yang masih memanas.

Dalam pembicaraan yang cukup alot tersebut, Putin menyampaikan dukungan penuhnya terhadap keputusan Trump yang memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran.

"Vladimir Putin menganggap keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sebagai keputusan yang tepat, karena hal ini akan memberi kesempatan pada negosiasi dan, secara keseluruhan, membantu menstabilkan situasi," ungkap Ushakov sebagaimana dikutip dari media internasional.

Namun di balik dukungannya terhadap gencatan senjata, Putin juga menyampaikan peringatan keras tentang dampak serius jika Amerika Serikat dan Israel kembali melakukan aksi militer terhadap Teheran.

Rusia, lanjut Ushakov menegaskan, tetap berkomitmen penuh untuk mendukung jalur diplomasi dalam upaya meredam perang di Timur Tengah.

Sementara itu, dari pihak Gedung Putih, Trump menyebut percakapan teleponnya dengan Putin berjalan dengan baik dan konstruktif.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa pembahasan dalam telepon tersebut lebih banyak menyinggung perang di Ukraina dibandingkan dengan konflik Iran.

Trump mengungkapkan bahwa Putin menyatakan keinginannya untuk membantu mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Namun ia justru meminta pemimpin Rusia itu untuk terlebih dahulu menghentikan invasi militernya ke Ukraina sebelum membahas masalah lain.

Terkait isu Ukraina yang menjadi prioritas utama Washington saat ini, Putin disebut menyampaikan kesiapan untuk melakukan gencatan senjata.

Gencatan senjata tersebut akan berlangsung selama perayaan Victory Day pada tanggal 9 Mei mendatang.

Peringatan Victory Day adalah momen sakral ketika Rusia mengenang kemenangan bersejarah Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung