Berita, Internasional

Prancis Tuding Israel Agresif ke Pasukan UNIFIL di Lebanon, Dewan Keamanan PBB Tegaskan Penjaga Perdamaian Tak Boleh Jadi Target

Repelita.net

01 April 2026 16:29 WIB • 1,011 view

Prancis Tuding Israel Agresif ke Pasukan UNIFIL di Lebanon, Dewan Keamanan PBB Tegaskan Penjaga Perdamaian Tak Boleh Jadi Target
Foto: Istimewa

Repelita Beirut - Langit di selatan Lebanon kembali menegangkan dengan dentum roket, patroli militer, dan sirene yang memecah malam, sementara satu pesan menggema dari panggung diplomasi dunia bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.

Prancis secara terbuka menuding Israel Defense Forces menunjukkan perilaku agresif terhadap pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), termasuk tindakan intimidasi terhadap kontingen Prancis di Naqoura yang memicu tuntutan keras dari Paris agar Israel segera memberikan jaminan keamanan yang nyata dan segera.

ADVERTISEMENT

“Kalian bunuh pemeliharaan perdamaian,” tegas delegasi Prancis dalam pernyataannya pada Selasa (31/3/2026) di ruang Dewan Keamanan PBB.

Di ruang Dewan Keamanan, nada suara para diplomat terdengar tegas dengan pernyataan “Peacekeepers must never be a target” yang diulang-ulang seolah mengingatkan semua pihak bahwa garis batas konflik telah tercapai.

Instalasi Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut harus dihormati, sementara keselamatan personel penjaga perdamaian menjadi tanggung jawab semua aktor di lapangan.

Sejak awal Maret, kelompok Hizbullah melaporkan melancarkan serangan harian ke wilayah Israel menggunakan roket, rudal, hingga drone, sementara Pasukan Pertahanan Israel meningkatkan intensitas balasan serangan bahkan mengeluarkan perintah di area operasi UNIFIL.

Ratusan peluncuran senjata dilaporkan terjadi di sekitar wilayah operasi mereka, menandakan adanya kelompok senjata dan senjata ilegal di selatan Sungai Litani yang bukan hanya pelanggaran teknis tetapi ancaman langsung terhadap mandat perdamaian.

Kontroversi ini semakin meningkat karena muncul di tengah penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas serangkaian serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit Indonesia.

Prancis menegaskan bahwa keberanian dan dedikasi pasukan UNIFIL patut dihormati, bukan justru dipertaruhkan di tengah konflik yang berkecamuk.

Di antara saling tuding antara Israel dan Hizbullah, satu fakta tak terbantahkan bahwa warga sipil baik di Lebanon maupun Israel terus hidup dalam bayang-bayang konflik.

Ketegangan ini juga membuka kembali pertanyaan lama tentang sejauh mana kedaulatan Lebanon dapat ditegakkan di wilayahnya sendiri dan siapa yang benar-benar memegang kendali atas eskalasi yang terus membesar.

UNIFIL tetap bertahan di antara dua api, menjalankan mandat di tengah risiko yang kian nyata untuk menjaga perdamaian di tempat yang nyaris kehilangan jeda dari perang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung