Berita, Timur Tengah

Prancis, Italia, dan Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Perang AS, Trump Ngamuk dan Israel Putus Hubungan Pertahanan dengan Paris

Repelita.net

01 April 2026 21:52 WIB • 1,209 view

Prancis, Italia, dan Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Perang AS, Trump Ngamuk dan Israel Putus Hubungan Pertahanan dengan Paris
Foto: Istimewa

Repelita Paris - Prancis, Italia, dan Spanyol secara terbuka menolak menjadi jalur logistik perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dengan menutup wilayah udara mereka untuk pesawat pengangkut senjata Amerika, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memicu kemarahan Presiden Donald Trump.

Prancis menjadi yang pertama mengambil sikap tegas dengan pernyataan resmi “Kami menolak mengizinkan wilayah udara kami digunakan untuk mengangkut senjata Amerika ke Israel,” sebagaimana dikutip The Middle East pada Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Penolakan ini bukan sekadar formalitas karena Paris bahkan membatalkan kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Alice Rouffo ke Tel Aviv setelah menolak izin terbang bagi pesawat AS yang membawa amunisi untuk Israel.

Italia menyusul dengan tindakan dramatis ketika Kementerian Pertahanan Italia menolak permintaan darurat AS untuk mendaratkan pesawat militer mereka di pangkalan Sigonella, Sisilia, saat pesawat-pesawat tersebut sudah berada di udara.

“Kami telah memutuskan untuk mencegah pesawat militer AS yang membawa senjata terkait perang di Timur Tengah mendarat di negara ini,” tegas pernyataan dari pemerintah Italia.

Spanyol juga mengambil sikap serupa dengan Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menyatakan penutupan total wilayah udara dan pangkalan militer negaranya untuk segala aktivitas yang terkait dengan operasi gabungan AS-Israel.

Bahkan Swiss yang notabene bukan anggota NATO ikut menegaskan posisi netralnya dengan menolak izin lintas bagi pesawat militer AS yang dijadwalkan berpartisipasi dalam konflik tersebut.

Gelombang penolakan dari Eropa ini membuat Presiden Donald Trump naik pitam dengan unggahan di Truth Social yang mengancam “AS akan mengingat ini!!!” dan menyindir negara-negara Eropa untuk mulai mandiri terutama dalam hal keamanan energi.

“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri kalian sendiri, AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian tidak berada di sana untuk kami,” ujar Trump mengkritik negara-negara yang menolak terlibat dalam penghancuran Iran.

Di tengah tekanan dari Washington, Israel mengambil langkah balasan dengan mengumumkan penghentian semua pengadaan pertahanan dari Prancis.

“Negara itu akan mengurangi pembeliannya dari Prancis hingga nol. Sebagai gantinya, mereka akan mengalihkan fokus ke produksi dalam negeri Israel dan pemasok dari negara-negara sekutu yang ramah,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Israel.

Sumber-sumber Israel menyebut bahwa penolakan Prancis terhadap pesawat AS adalah tetesan terakhir yang memecahkan kesabaran, selain kebijakan Paris yang dianggap bermusuhan termasuk pengakuan terhadap negara Palestina.

Di balik penolakan diplomatik ini, terdapat kekhawatiran nyata negara-negara Eropa akan stabilitas energi dan keamanan ekonomi mereka karena konflik yang dipicu AS-Israel telah menyebabkan ketegangan di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.

Seorang pejabat tinggi Houthi memperingatkan bahwa penutupan Selat Bab al-Mandeb dapat melambungkan harga minyak hingga 200 dolar AS per barel, ancaman yang akan mencekik perekonomian Eropa yang sedang berjuang memulihkan diri dari krisis energi pasca-invasi Ukraina.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas bahkan menuding Rusia diduga membantu Iran dengan intelijen untuk menargetkan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung