Berita, Nasional

Prabowo Puji Kabinet Pengamat Ingatkan Tren Kepuasan Publik Menurun Dan Bahaya Laporan Asal Bapak Senang

Repelita.net

10 August 2026 22:21 WIB • 720 view

Prabowo Puji Kabinet Pengamat Ingatkan Tren Kepuasan Publik Menurun Dan Bahaya Laporan Asal Bapak Senang
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wewenang mutlak melekat pada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan sanjungan maupun apresiasi tinggi atas capaian kerja jajaran kementeriannya.

Keterangan tersebut diutarakan pengamat politik Hendri Satrio atau Hensa dalam menanggapi penilaian positif presiden terhadap efektivitas kabinet jelang dua tahun masa bakti.

ADVERTISEMENT

"Ya boleh saja, kan Pak Prabowo itu Presidennya. Dia yang pegang kendali di pemerintahan dan wajar kalau dia mengapresiasi kinerja kabinetnya sendiri, ya kan?," kata Hensa kepada wartawan, Senin, 10 Agustus 2026.

Kendati kepala negara memamerkan optimisme tinggi atas hasil kerja jajarannya, Hensa mencermati tingkat penerimaan masyarakat justru sedang bergeser ke arah negatif.

Sejumlah temuan riset opini publik hendaknya dijadikan peringatan keras bagi lingkar kekuasaan guna mengevaluasi kinerja menteri secara faktual di lapangan.

"Kalau saya lihat, tren kepuasan publik terhadap pemerintah itu justru sedang menurun tajam, sementara persentase ketidakpuasan di akar rumput merangkak naik, jadi ini menurut saya justru alarm bagi pemerintahan sekarang," kata Hensa.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut mengingatkan kepala negara agar mewaspadai jebakan laporan manis dari jajaran pembantu presiden di Istana.

Pemeriksaan ulang secara riil dinilai krusial guna memastikan sinkronisasi data kementerian dengan realitas hidup masyarakat bawah.

"Maka dari itu, kalau saya melihat pak Prabowo perlu lebih rinci dalam mengecek laporan-laporan dari para menteri. Jangan sampai angka-angka makro yang diklaim berhasil di atas kertas justru berbeda dengan realitas daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat di bawah," ujar Hensa.

Di samping itu Hensa memandang wajar jika kelompok pendukung pemerintah melayangkan sanjungan atas terkendalinya harga BBM hingga kenaikan pendapatan Danantara.

Namun dirinya menegaskan tolok ukur keberhasilan rezim tidak didasarkan atas pujian para politikus.

"Kalau elite koalisi memuji, itu hal yang wajar kan dia bagian dari pemerintah. Namun, legitimasi kesuksesan pemerintahan yang sesungguhnya tidak diukur dari apresiasi elite politik, melainkan dari tingkat kepuasan rakyat," tegasnya.

Tantangan sesungguhnya bagi kepemimpinan nasional saat ini terletak pada kecepatan merespons berbagai keluhan warga di tingkat bawah.

"Intinya, sah-sah saja Pak Prabowo merasa kinerja kabinetnya sudah memuaskan. Tapi ujian sebenarnya kepemimpinan Pak Prabowo bukan seberapa bagus presentasi di atas podium, melainkan seberapa cepat beliau sadar dan membereskan keluhan dari jutaan rakyat yang saat ini mulai berteriak tidak puas," pungkas Hensa. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung