Berita, Nasional

Pose Kaki di Atas Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Sebut Jokowi Jadi Sutradara Teater Politik Demi Kampanye PSI

Repelita.net

30 June 2026 22:17 WIB • 741 view

Pose Kaki di Atas Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Sebut Jokowi Jadi Sutradara Teater Politik Demi Kampanye PSI
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Publik belakangan ini dihebohkan dengan viralnya dokumentasi kegiatan adat yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo di Lampung, sebagaimana dikutip dari akun YouTube Forum Keadilan.

Terdapat potret yang menonjolkan momen sang tokoh duduk di singgasana dengan kaki berada di atas kepala kerbau yang telah disembelih.

ADVERTISEMENT

Fenomena tersebut menuai beragam pandangan miring karena dianggap mengandung muatan politik yang cukup kental.

Pakar politik Lukas Luwarso turut memberikan tanggapan kritis terkait rangkaian peristiwa yang menurutnya sudah dikonsep dengan matang untuk tujuan tertentu.

Ini satu acara ya ee yang dibuat satu teater dia yang dirancang ee untuk proyek proyek politik begitu kan dan ee ini satu apa ya akrobat politik baru dari Jokowi, ungkap Lukas.

Kejanggalan tampak jelas pada prosesi penganugerahan gelar kehormatan itu karena dilaksanakan pada waktu yang tidak selaras dengan agenda resmi pemilu.

Lukas kemudian melontarkan keresahannya terkait kehadiran Jokowi dalam safari politik yang seharusnya bisa diwakili oleh putra yang kini menjabat sebagai ketua partai.

Kenapa bukan Kaisang yang safari Kalau memang karena apa ini adalah proyek ee teater untuk kampanye PSI sebagai partai baru dan dia ketua baru Kenapa bapaknya, imbuhnya.

Ia pun melibatkan keterlibatan dominan Joko Widodo yang berperan sebagai dalang atau mengatur segala keperluan teknis selama acara berlangsung.

Panitianya adalah Jokowi kan ee ketua panitianya dan dia yang impresario Kalau kalau dalam ee acara sendiri itu dia impresario yang menyediakan dana sekaligus mengatur detail-detailnya termasuk detail-detail yang menodai tata adat itu yaitu menginjak ee kepala kerbau, jelas Lukas.

Gestur tersebut ditolak oleh banyak pihak sebagai upaya untuk memberikan pesan atau sindiran terselubung terhadap rival politiknya, terutama pihak PDI Perjuangan.

Menurut analisis Lukas, pola gerakan serupa diperkirakan masih akan berlanjut ke berbagai wilayah lainnya sebagai rangkaian skenario politik berikutnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung