Berita, Viral Sosmed

[PEDAS] Kritik Pedas Lambe Waras: Pemuda Inovatif Membangun Negeri Malah Dicurigai Ketimbang Diapresiasi

Repelita.net

12 May 2026 13:29 WIB • 786 view

[PEDAS] Kritik Pedas Lambe Waras: Pemuda Inovatif Membangun Negeri Malah Dicurigai Ketimbang Diapresiasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah sorotan tajam terkait nasib generasi muda yang berupaya memberikan kontribusi nyata bagi bangsa muncul ke permukaan melalui media sosial pada tanggal 12 Mei 2026 yang lalu.

Melalui unggahan di akun Lambe Waras dengan alamat https://x.com/abu_waras/status/2054075240997957655 disampaikan sebuah keresahan mengenai paradoks yang sering terjadi di dalam negeri terkait apresiasi terhadap inovator muda.

ADVERTISEMENT

Pemilik akun tersebut mengungkapkan pandangannya dengan menuliskan bahwa Negeri ini sering teriak butuh anak muda yang kreatif dan inovatif, tapi disaat ada anak muda yang punya misi, punya pengalaman global, ninggalin zona nyaman buat bantu membangun negeri, tapi malah lebih dicurigai daripada diapresiasi.

Kritik tersebut menyoroti fenomena di mana para pemuda yang memiliki rekam jejak internasional justru sering kali dihadapkan pada tembok kecurigaan saat mereka memutuskan untuk kembali dan mengabdi di tanah air.

Lebih lanjut, unggahan itu menyebutkan dua figur spesifik yang dianggap sebagai representasi dari agen perubahan yang bekerja keras untuk kemajuan bangsa meskipun harus menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah.

Dalam narasinya, ia menegaskan secara langsung bahwa Nadiem dan Ibam adalah dua sosok yang punya visi besar, dan bekerja buat perubahan, sehingga mereka punya peran membangun sesuatu dari nol untuk membantu hidup bagi banyak orang.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya dukungan terhadap langkah-langkah transformatif yang telah diambil oleh tokoh-tokoh muda tersebut dalam kapasitas mereka sebagai penggerak perubahan melalui berbagai kebijakan dan inovasi.

Selain memberikan apresiasi, akun tersebut juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk lebih terbuka dalam memberikan ruang gerak bagi individu-individu yang berani mengambil risiko demi kemajuan pembangunan nasional.

Hal ini ditekankan melalui pendapatnya yang berbunyi Negara ini butuh lebih banyak orang yang berani ambil risiko, karena pembangunan nggak akan maju kalau orang-orang yang mau bergerak terus-menerus dijadikan sasaran kecurigaan bahkan dituduh orang yang menimbulkan kerugian hanya karena membuat kebijakan.

Argumentasi ini menutup keresahan yang disampaikan dengan harapan agar iklim pembangunan di Indonesia lebih mendukung pertumbuhan gagasan baru tanpa harus selalu dibayangi oleh stigma negatif atau tuduhan yang tidak berdasar.

Fenomena ini mencerminkan dinamika sosial di mana aspirasi untuk maju sering kali berbenturan dengan pola pikir lama yang justru menghambat potensi terbaik anak bangsa dalam membangun masa depan yang lebih baik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung