Berita, Timur Tengah

Panglima IDF Kibarkan 10 Bendera Merah, Peringatkan Militer Israel di Ambang Keruntuhan Akibat Krisis Personel

Repelita.net

28 March 2026 08:37 WIB • 1,275 view

Panglima IDF Kibarkan 10 Bendera Merah, Peringatkan Militer Israel di Ambang Keruntuhan Akibat Krisis Personel
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) tengah mengalami krisis jumlah pasukan yang semakin parah di tengah konflik perang dengan Iran, diperburuk oleh gencarnya aksi balasan Teheran terhadap sejumlah objek vital Zionis.

Panglima IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, dalam pertemuan kabinet keamanan pada Rabu, 25 Maret 2026, mengungkapkan bahwa lembaga pertahanan Israel kini berada di ambang keruntuhan jika tidak segera ditemukan solusi untuk masalah kekurangan personel yang sedang dialami.

ADVERTISEMENT

Mengutip laporan Jerusalem Post, Zamir mengaku telah mengibarkan sepuluh bendera merah sebagai peringatan dini sebelum IDF runtuh dengan sendirinya akibat tekanan yang terus meningkat.

Sumber-sumber internal IDF turut mengonfirmasi adanya kekhawatiran yang sangat besar soal kekurangan personel, terutama di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Republik Islam Iran yang terus melancarkan serangan balasan.

Menurut mereka, bahkan di masa damai sekalipun, Israel tetap membutuhkan lebih banyak tentara untuk bertugas di perbatasan Gaza, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat yang menjadi garis depan konflik.

Zamir mengkhawatirkan jika pemerintah Israel tidak segera menambah jumlah tentara, maka akan ada daerah-daerah yang kekurangan personel dan tidak mampu menjalankan operasi pengamanan secara optimal.

Dalam rapat kabinet keamanan, Zamir menyampaikan peringatan keras karena kondisi militer yang kian tertekan, dengan menyatakan bahwa ia telah menyampaikan sepuluh peringatan serius kepada para menteri Israel.

Saya menyampaikan 10 peringatan serius kepada Anda, demikian pernyataan Zamir dalam laporan Channel 13 yang menggambarkan urgensi situasi yang dihadapi militer Israel.

Ia mendesak langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi krisis tersebut, termasuk melalui regulasi baru terkait wajib militer dan tugas cadangan yang harus segera diimplementasikan.

IDF sekarang membutuhkan undang-undang wajib militer, undang-undang tugas cadangan, dan undang-undang untuk memperpanjang masa dinas wajib, demikian ujarnya dikutip dari Times of Israel.

Tidak lama lagi, IDF tidak akan siap untuk misi rutinnya dan sistem cadangan tidak akan mampu bertahan, sambung Zamir memberikan peringatan tentang dampak jangka panjang dari krisis personel ini.

Peringatan ini bukan yang pertama kali disampaikan, karena dalam beberapa bulan terakhir Zamir telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran serupa kepada para pemimpin politik Israel.

Pada Januari lalu, ia bahkan mengirim surat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat tinggi, mengingatkan bahwa kekurangan personel dapat mengancam kesiapan militer dalam waktu dekat.

Dikutip dari berbagai sumber, sekitar 30 persen hingga 40 persen tentara cadangan menolak panggilan tugas karena kelelahan yang luar biasa, dan ribuan perwira serta bintara tidak memperpanjang masa dinas mereka.

Tak hanya itu, lebih dari 20.000 tentara mengalami cedera fisik dan puluhan ribu lainnya mengalami trauma atau gangguan kesehatan mental akibat perang di Gaza yang berkepanjangan.

Akibat kekurangan personel yang akut, IDF terpaksa menerjunkan tentara yang belum menyelesaikan pelatihan penuh ke medan perang dan mempromosikan perwira junior dengan pengalaman yang sangat minim.

Situasi ini memicu ketegangan internal di tubuh militer, di mana pimpinan militer memperingatkan potensi keruntuhan operasional jika tidak ada solusi legislatif cepat terkait wajib militer.

Masalah lain yang dialami Israel adalah belum adanya undang-undang yang diberlakukan untuk secara signifikan meningkatkan wajib militer bagi kaum Haredi alias kelompok Yahudi Ultra-Ortodoks.

Rancangan undang-undang ini ditangguhkan pada awal operasi militer dengan alasan persatuan nasional dan tidak akan diajukan selama perang berlangsung, sehingga menambah beban kekurangan personel.

Sebelumnya, Israel mengklaim telah meningkatkan kesiapsiagaan militernya dengan menaikkan batas pasukan cadangan hingga 400.000 personel di tengah memanasnya perang dengan Iran.

Angka tersebut merupakan lonjakan yang cukup drastis dari jumlah sebelumnya yang hanya sekitar 280.000 personel, namun tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan operasional yang terus membengkak.

Di saat yang sama, Juru Bicara Militer Israel, Brigadir Jenderal Ephraim Defrin, menyatakan bahwa IDF kekurangan sekitar 15.000 tentara termasuk 7.000 hingga 8.000 pasukan tempur.

Ia menegaskan bahwa cakupan misi dan wilayah operasi kini jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya, meliputi Tepi Barat, Lebanon, Gaza, dan bahkan Suriah yang membutuhkan tambahan pasukan dalam jangka panjang.

Tak hanya mengalami krisis pasukan, Zionis Israel juga mengalami kerugian finansial yang sangat besar akibat masifnya serangan rudal Iran yang terus mengguncang wilayah mereka.

Akibat membengkaknya pengeluaran perang, Israel kini terpaksa menggunakan senjata lawas yang telah disimpan selama sekitar 50 tahun sebagai strategi penghematan biaya untuk bertahan melawan agresi militer Teheran.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa militer Israel mulai beralih menggunakan amunisi non-presisi yang telah disimpan di gudang selama setengah abad karena beban finansial yang sangat besar.

Laporan Haaretz menyebutkan bahwa biaya 20 hari pertama perang mencapai 6,4 miliar dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp108,8 triliun, sebuah angka yang sangat memberatkan anggaran negara.

Sebelumnya, pada gelombang balasan ke-81, Iran meluncurkan rudal-rudal presisi Khorramshahr-4 hingga Qader dengan sandi Ya Baqir Al-Ulum sebagai bentuk pembalasan.

Operasi tersebut berhasil menghantam lebih dari 70 titik di wilayah pendudukan Zionis secara intens mulai dari Haifa, Dimona, Hadera, hingga Tel Aviv yang menjadi pusat pemerintahan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

H
Hamba Allah SWT 29/03/2026

Sshbfedtukis dlm Alquran dan hadist bahwa Bangsa Yahudi ( zionis Israel) akan mengalami kekalahan yg mutlak bahkan pohon² yg menjadi tempat persembunyian mereka akan menunjukan tempat persembunyian meraka.

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung