Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump naik pitam setelah negara-negara sekutu Eropa seperti Prancis, Italia, dan Spanyol mengambil langkah belum pernah terjadi sebelumnya dengan menutup wilayah udara mereka untuk pesawat pengangkut senjata Amerika di tengah konflik dengan Iran.
“AS akan mengingat ini!!!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Rabu (1/4/2026), merujuk pada sikap sekutu-sekutunya yang dinilai tidak kooperatif dalam mendukung operasi militer di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
Prancis menjadi yang pertama mengambil sikap tegas dengan pernyataan resmi menolak mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk mengangkut senjata Amerika ke Israel, bahkan membatalkan kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis ke Tel Aviv.
Italia menyusul dengan menolak permintaan darurat AS untuk mendaratkan pesawat militer mereka di pangkalan Sigonella, Sisilia, saat pesawat-pesawat tersebut sudah berada di udara.
Spanyol juga menutup total wilayah udara dan pangkalan militernya untuk segala aktivitas yang terkait dengan operasi gabungan AS-Israel, dengan tegas menyebut aksi militer tersebut sebagai tindakan yang sangat ilegal.
Dalam unggahan lain, Trump menyindir negara-negara Eropa untuk mulai mandiri terutama dalam hal keamanan energi dengan menyarankan mereka pergi sendiri ke Selat Hormuz dan mengambil minyak mereka sendiri.
“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri kalian sendiri, AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian tidak berada di sana untuk kami,” ujar Trump mengkritik negara-negara yang menolak terlibat dalam penghancuran Iran.
Kemarahan Trump semakin menjadi ketika Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengisyaratkan akan adanya tindakan terhadap sekutu NATO yang membangkang karena kekecewaannya saat AS bertindak atas nama dunia bebas justru mendapat hambatan dari para sekutu.
Di tengah tekanan dari Washington, Israel mengambil langkah balasan dengan menghentikan semua pengadaan pertahanan dari Prancis, mengurangi pembelian hingga nol dan mengalihkan fokus ke produksi dalam negeri serta pemasok dari negara-negara sekutu yang ramah.
Sumber-sumber Israel menyebut penolakan Prancis terhadap pesawat AS sebagai tetesan terakhir yang memecahkan kesabaran, selain kebijakan Paris yang dianggap bermusuhan termasuk pengakuan terhadap negara Palestina.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok