Berita, Timur Tengah

Militer Israel Kewalahan Hadapi Drone Serat Optik Hizbullah di Lebanon Selatan

Repelita.net

10 May 2026 16:45 WIB • 781 view

Militer Israel Kewalahan Hadapi Drone Serat Optik Hizbullah di Lebanon Selatan
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Pasukan militer Zionis dikabarkan tengah mengalami tekanan hebat akibat serangan pesawat nirawak berteknologi serat optik milik kelompok Hizbullah yang semakin sulit untuk diantisipasi.

Persenjataan udara canggih tersebut telah berhasil melumpuhkan sejumlah personel serta menghancurkan kendaraan lapis baja Israel di kawasan perbatasan Lebanon Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media lokal Israel KAN pada Minggu, 10 Mei 2026, pihak militer mulai mengoperasikan teknologi penargetan pintar demi mendeteksi keberadaan drone tersebut.

Sebagai langkah pertahanan tambahan, Tel Aviv juga telah memasok ratusan unit alat bidik malam bertipe Dagger kepada para prajuritnya guna mengantisipasi serangan mendadak saat kegelapan menyelimuti medan tempur.

Media KAN menyoroti bahwa penggunaan kabel fiber optik pada drone Hizbullah menjadikannya hambatan teknis yang sangat berat karena sifatnya yang kebal terhadap sistem gangguan sinyal konvensional.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa para serdadu Israel berada dalam kondisi yang sangat rawan saat melakukan patroli darat akibat minimnya sistem pertahanan yang benar-benar mampu menangkal ancaman ini.

Ketegangan bersenjata tersebut terus eskalatif meskipun status gencatan senjata yang dimulai sejak pertengahan April lalu secara administratif masih diperpanjang hingga periode pertengahan bulan Mei mendatang.

Pada sebuah kesempatan di penghujung April, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui kekuatan persenjataan rudal serta pesawat nirawak Hizbullah merupakan problematika keamanan yang belum memiliki solusi jitu.

Konflik yang semakin membara di wilayah utara ini telah mengakibatkan ribuan warga kehilangan nyawa dan jutaan penduduk sipil terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka yang hancur.

Rangkaian pertempuran mematikan di Lebanon Selatan terus berlanjut bahkan saat delegasi dari Amerika Serikat berencana menggelar mediasi perdamaian di Washington pada pekan depan sebagai upaya menghentikan pertumpahan darah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung