Berita, Nasional

[MENUAI KECAMAN ] Guru Disuruh Ikhlas, Warganet Soroti Kesejahteraan: “Beras Tak Bisa Dibayar dengan Pahala”

Repelita.net

25 September 2026 19:08 WIB • 84 view

[MENUAI KECAMAN ] Guru Disuruh Ikhlas, Warganet Soroti Kesejahteraan: “Beras Tak Bisa Dibayar dengan Pahala”
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Unggahan akun Threads @caswati.iis menyoroti persoalan kesejahteraan guru dan pentingnya membedakan pengabdian dengan pemenuhan kebutuhan hidup.

Dalam unggahan yang tercatat pada 25 September 2026 tersebut, ia menilai guru tetap membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keluarga.

ADVERTISEMENT

“Amal jariyah memang penting, Pak. Tapi jangan lupa, guru juga punya dapur yang harus tetap mengepul. Beras tidak bisa dibayar dengan pahala, listrik tidak lunas dengan pengabdian, dan kebutuhan keluarga tidak berhenti hanya karena seseorang berprofesi sebagai guru. Menghargai pengabdian guru bukan berarti menyuruh guru hidup dari “amal”. Kesejahteraan adalah hak, bukan hadiah. Jadi sebelum mengeluarkan statement, coba lihat dulu realita di lapangan.”

Ia kemudian kembali menegaskan bahwa profesi guru tetap dijalani oleh manusia yang memiliki kebutuhan hidup.

“Guru itu manusia, Pak… bukan malaikat yang hidup tanpa kebutuhan. 🙏”

Dalam unggahan lainnya, akun yang sama menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi para guru agar tuntutan pengabdian tidak mengabaikan kebutuhan mereka.

“Jangan sampai kita sibuk menuntut guru ikhlas, tapi negara justru lupa memberi mereka alasan untuk tetap bertahan.”

Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari pengguna Threads yang ikut membahas persoalan kesejahteraan guru.

Akun @sugito56883 menanggapi dengan mengaitkan persoalan tersebut dengan kepentingan jabatan dan materi.

“Ini juga penjilatnya prabowo demi jabatan dan uang di dunia,sampai urusan akhirat di tinggalkan ,”

Sementara itu, akun @sarisansari mengingatkan bahwa guru juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar berbagai kewajiban.

“Pak ingat, guru jg manusia. Butuh makan, minum dan segala kebutuhan hidup duniawi. Dan smua itu dibeli pake uang, bukan pake amal jariyah. Minimal gni dech... Saat bayar pajak kendaraan, bs gk guru bayar pajak cm bilang "saya guru" Trus pajak kendaraan beres. Mikir pake otak ya pak, jgan pake telapak kaki.”

Akun @ramnu48tebaloan justru menanggapi gagasan tersebut secara bernada bercanda dengan menyebut kemungkinan menjadikannya sebagai program apabila dirinya menjadi presiden.

“Ide bagus itu nanti buat program klo aku jadi presiden 😇”

Akun @danangsubroto48 kemudian mengusulkan agar persoalan penghasilan juga diterapkan kepada pejabat.

“Gimana kalau para pejabat juga gajinya amal jariah.... sekarang dibalik saja,pak karena para pejabat tidak ada faedahnya cuma habisin uang rakyat”

Pendapat serupa disampaikan akun @arummmanis yang menegaskan bahwa guru menjalankan pekerjaan sebagai sebuah profesi.

“Guru itu PROFESI bukan pekerja amal. Kok susah banget sih konsepnya?!”

Akun @hky06_ juga memberikan komentar mengenai kondisi guru dan tuntutan untuk mencari amal.

“Di suruh cari amal sama yang perutnya udh kenyanggg🫠”

Sementara akun @kataselebindonesia menyoroti persoalan besaran penghasilan guru serta penghargaan terhadap pekerjaan yang berkaitan dengan pendidikan.

“Lu aja jadi guru mau kagak digaji kecil ? Bukan kagak ikhlas justru yg mencerdaskan bangsa yg kudu diangkat derajatnya karena mulia pekerjaannya.. drpd DPR MPR pengangguran ngabisin uang rakyat tp gaji milyaran gk gunaaa”

Komentar lain datang dari akun @wahyuedyw yang menulis singkat mengenai jajaran pembantu presiden.

“Pembantu presiden ga ada yang bener”

Akun @caswati.iis kemudian memberikan tanggapan lanjutan dengan menekankan persoalan keterbukaan apabila anggaran untuk memenuhi hak guru memang menghadapi keterbatasan.

“Kalau memang uangnya tidak ada, sampaikan secara terbuka. Jangan rakyat, apalagi guru, yang terus diminta memahami sementara haknya harus menunggu. Transparansi itu lebih baik daripada janji yang bikin berharap.”

Akun @vitasari.d_ turut menyampaikan kritik terhadap pernyataan mengenai guru dengan menyinggung kondisi kehidupan pihak yang menyampaikannya.

“Maaf, tapi muak banget sama ucapan begini. Dia yg ngomong tapi rumahnya gedong”

Komentar lain dari akun @shoppingstoreinfoid menyebut adanya kesamaan sikap dalam jajaran pemerintahan.

“semua jajarannya memuakkan, 1 copy sama yang nomer 1”

Pada unggahan berikutnya, @vitasari.d_ kembali menyoroti persoalan pembagian beban dan penghasilan guru.

“Giliran yg gak enaknya dilimpahkan ke guru, tapi bagian gaji malah disuruh ikhlas. Kan kocak”

Akun @arie_soerja kemudian menyebut sejumlah akun media internasional dalam komentarnya dan menyerukan agar pemberitaan mengenai pemerintah turut mendapat perhatian di luar negeri.

“ Mari kita biasakan tiap ada berita busuknya pemerintah langsung mention media internasional. Mereka tidak malu kepada rakyat yg menggaji mereka, biar disanksi internasional”

Akun @ekoziiie juga menandai sejumlah akun media Malaysia dalam komentarnya.

“biar digoreng sama tetangga”

Dalam komentar lainnya, @arie_soerja menyampaikan pandangan yang lebih jauh mengenai kondisi politik dan pemerintahan di Indonesia.

“gpp sekalian biar digulingkan internasional ganti yg bener sistem nya, indonesia sudah busuk dr akar sampe pucuk pohon paling atas”

Rangkaian komentar tersebut menunjukkan beragam respons pengguna Threads terhadap pembahasan mengenai kesejahteraan guru, mulai dari persoalan kebutuhan hidup, penghasilan, pengabdian, transparansi anggaran, hingga kritik terhadap pemerintah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung