Berita, Nasional

MENGERIKAN! Jika Gibran Diputuskan Tak Sah Jadi Wapres, Rakyat Bakal Duduki MK! Besok Akhiri Gibran?

Repelita.net

29 September 2026 15:03 WIB • 302 view

MENGERIKAN! Jika Gibran Diputuskan Tak Sah Jadi Wapres, Rakyat Bakal Duduki MK! Besok Akhiri Gibran?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Suhu politik nasional terpantau kembali memanas menjelang agenda sidang pembuktian di Mahkamah Konstitusi.

Persidangan krusial tersebut berkaitan langsung dengan polemik status pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

ADVERTISEMENT

Dinamika hukum dan politik ini menjadi sorotan tajam berbagai kalangan pengamat serta aktivis tanah air.

Pembahasan hangat mengenai perkara tersebut mengemuka melalui ulasan di kanal YouTube Sahabat soleh.

Dalam tayangan itu, dibahas berbagai kemungkinan keputusan hukum yang dapat memengaruhi posisi Gibran.

Pembawa acara di kanal tersebut secara khusus menyoroti eskalasi ketegangan menjelang persidangan lanjutan.

Ia menyebut, “Tomorrow we will see the massacre. You have to use quotation marks for the massacre, okay? Because this is not a physical thing. Tomorrow is the Gibran massacre.”

Pernyataan bernada keras tersebut memicu reaksi beragam dari para pendukung serta loyalis pemerintah di ruang publik.

Bahkan, ancaman terbuka dilaporkan sempat muncul dari sebagian pendukung setia Gibran.

Mereka menyatakan sikap siap menduduki gedung Mahkamah Konstitusi apabila Gibran dinyatakan tidak sah sebagai wakil presiden.

Sikap konfrontatif tersebut langsung menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai identitas pihak yang dimaksud.

Di sisi lain, pengamat menyoroti situasi sosial politik di berbagai daerah, termasuk wilayah Bandung yang dinilai adem ayem.

Acara Partai Solidaritas Indonesia yang digelar di Bandung dilaporkan berlangsung tanpa kerumunan massa yang masif di jalanan.

Kondisi tersebut terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan antusiasme warga saat klub sepak bola Persib bertanding.

Bahkan, muncul pandangan bahwa mantan Presiden Joko Widodo tidak memiliki keberanian untuk turun langsung menyapa warga Bandung.

Polemik ini semakin melebar tatkala publik kembali mengingat pernyataan pribadi Gibran mengenai riwayat pendidikannya dahulu.

Saat itu, Gibran menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menempuh jenjang pendidikan formal di negara Australia.

Ia menegaskan, “I never studied in Australia. I studied in Singapore, not in Australia.”

Klarifikasi tersebut justru terus menjadi bahan perbincangan panas terkait keabsahan dokumen akademis yang dilampirkan.

Ketegangan opini di ruang publik juga melibatkan tokoh-tokoh politik nasional yang saling melontarkan kritik tajam.

Dede Budiarto melayangkan kritik pedas yang ditujukan secara khusus kepada kelompok pendukung Prabowo Subianto.

Ia menyebut, “It’s only right that Mr. Prabowo lost twice to Jokowi. Typical supporters are stupid.”

Dede Budiarto menambahkan bahwa banyak pendukung yang sebelumnya berpindah haluan ke Anies seusai kemenangan pemilu.

Kini, kelompok tersebut kembali merapat seolah menjadi pendukung garis keras tanpa mengingat proses perjuangan sebelumnya.

Respons penolakan terhadap gugatan juga disuarakan oleh kader PSI, Dedi Nurpalaka, secara tegas.

Menurut pandangannya, Mahkamah Konstitusi sama sekali tidak memiliki wewenang hukum untuk mendiskualifikasi kedudukan Gibran.

Ia menilai perkara hukum ini tidak lebih dari sekadar lelucon politik yang dimotori oleh Denny Indrayana bersama kelompoknya.

Dedi Nurpalaka meyakini bahwa Mahkamah Konstitusi akan tetap patuh dan tidak melanggar batasan kewenangan undang-undang.

Sebaliknya, tokoh lain seperti Dian Sandi Utama menyatakan kesiapan penuh menghadapi skenario terburuk berupa diskualifikasi.

Ia berkata, “It’s just fine to disqualify him. Do you think we’re pumice? Just step over our corpses first, bro.”

Pernyataan-pernyataan provokatif tersebut langsung menuai banjir tanggapan serta perdebatan sengit di berbagai platform media sosial.

Jadwal resmi menetapkan bahwa sidang pembuktian perkara ini akan dilangsungkan pada hari Rabu, 30 September 2026.

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyambut baik kelanjutan proses persidangan di mahkamah konstitusi tersebut.

Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena perkara krusial ini akhirnya memasuki tahap pembuktian materiil.

Denny Indrayana turut mendesak agar majelis hakim Mahkamah Konstitusi segera memanggil Gibran untuk hadir memberikan keterangan.

Ia berharap seluruh alat bukti yang diajukan pemohon dapat diperkuat tanpa terhalang oleh hambatan prosedur formalitas.

Sementara itu, pengamat politik Erizal dari ABC Research and Consulting menilai gugatan ini memberikan keuntungan taktis bagi partai.

Menurut analisanya, tidak ada satupun partai politik parlemen yang secara terbuka pasang badan membela Gibran kecuali PSI.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa reputasi politik Jokowi dan PSI mengalami penyusutan dukungan di mata publik luas.

Pengamat lainnya, Gunawan WBS, menyinggung adanya sinyal kecemasan kekuasaan jika kelompok petahana kehilangan pengaruh politik.

Ia mengaitkan kekhawatiran tersebut dengan sejumlah persoalan masa lalu yang hingga kini masih menyisakan catatan kritis.

Sebelumnya, Jokowi dalam lawatan politiknya ke Bandung sempat menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan PSI.

Ia menyatakan bahwa kader partai tidak perlu merasa gentar menghadapi ambang batas parlemen berapapun nilainya.

Kunci keberhasilan menurutnya terletak pada keaktifan struktur mesin partai yang terus bergerak di akar rumput.

Kendati demikian, kunjungan politis tersebut dinilai sepi oleh sejumlah pengamat independen di lapangan.

Rizal Fadilah bahkan melabeli agenda safari politik tersebut sebagai kunjungan yang sepi dan tragedi politik bagi Jokowi.

Rangkaian dinamika yang kompleks ini membuktikan bahwa ketegangan politik nasional masih terus membara menjelang putusan pengadilan.

Seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondusifitas dan menyikapi hasil sidang secara bijaksana demi persatuan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung