Repelita Washington - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membawa kabar melegakan terkait stabilitas kawasan Karibia setelah dirinya melakukan pertemuan diplomatik tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu 9 Mei 2026.
Pemimpin Brasil tersebut menegaskan bahwa dalam pembicaraan langsung di Washington DC sang kepala negara Amerika Serikat memberikan jaminan keamanan untuk tidak melakukan tindakan militer terhadap negara Kuba dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
Melalui keterangan resminya Lula da Silva mengungkapkan fakta tersebut dengan menyatakan bahwa Dia (Trump) bilang kepada saya bahwa tidak akan menginvasi Kuba. Saya mendengarnya langsung dari interpreter. sebagai bentuk transparansi hasil diskusi kedua pemimpin.
Kepastian ini muncul di tengah kekhawatiran mendalam dari aliansi negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Spanyol yang sebelumnya sangat vokal menyuarakan perlindungan terhadap integritas teritorial serta krisis kemanusiaan di Kuba.
Dalam kesempatan tersebut Lula juga memposisikan negaranya sebagai mediator yang siap memfasilitasi dialog demi mengakhiri ketegangan panjang serta blokade ekonomi yang telah mencekik rakyat Kuba selama puluhan tahun lamanya.
Presiden Brasil tersebut memberikan penekanan serius mengenai penderitaan rakyat di sana dengan menyebutkan Kuba menginginkan dialog dan menemukan sebuah solusi untuk mengakhiri blokade sehingga membuat Kuba menjadi sebuah negara bebas sejak kemenangan dalam revolusi. Negara itu sudah terdampak blokade terpanjang dalam sejarah manusia.
Di sisi lain Donald Trump memberikan respons positif terhadap jalannya pertemuan tersebut meskipun hubungan kedua negara sempat menegang akibat kebijakan tarif dagang serta insiden diplomatik yang melibatkan pengusiran pejabat kepolisian di Miami.
Trump menyatakan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral dengan Brasil melalui keterangan singkat bahwa pertemuan tersebut berjalan sangat baik serta berencana melakukan pembicaraan lanjutan mengenai elemen investasi strategis di sektor mineral langka.
Kunjungan ini dipandang sebagai upaya rekonsiliasi yang sangat krusial mengingat hubungan Washington dan Brasilia sempat memanas setelah delegasi Amerika Serikat dilarang bertemu dengan mantan Presiden Jair Bolsonaro yang kini mendekam di penjara.
Kesepakatan untuk menjaga kedaulatan Kuba ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan stabilitas di kawasan Amerika Latin serta membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Amerika Serikat dengan negara-negara penghasil sumber daya alam di selatan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok