Repelita Teheran - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf secara terbuka melayangkan peringatan keras kepada pemerintah Amerika Serikat agar segera menyetujui draf kesepakatan terbaru yang terdiri dari empat belas poin krusial.
Melalui pernyataan yang diunggah pada platform media sosial X tertanggal 12 Mei 2026, sang kepala negosiasi tersebut menegaskan bahwa pihak Gedung Putih akan terus terjerembab dalam kegagalan jika tetap menolak persyaratan yang diajukan.
ADVERTISEMENT
Qalibaf memberikan penekanan bahwa menunda keputusan hanya akan memperburuk situasi bagi Washington dan berakibat pada pemborosan dana pajak milik rakyat Amerika Serikat tanpa memberikan hasil diplomasi yang nyata.
Dalam cuitannya di laman x.com pada Selasa, 12 Mei 2026, ia secara lantang menuliskan bahwa "Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil, hanya kegagalan demi kegagalan," yang menegaskan sikap keras negaranya.
Pada bagian pesan lainnya di hari yang sama, pejabat tinggi Teheran tersebut juga menyisipkan ancaman bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk memberikan serangan balasan yang telak sebagai bentuk pelajaran bagi pihak lawan yang mencoba memprovokasi.
Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah Presiden Donald Trump menyatakan penolakan total terhadap draf usulan tersebut dan menyebutkan bahwa prospek gencatan senjata kini berada dalam kondisi yang sangat genting.
Persyaratan utama yang disodorkan Iran mencakup tuntutan penghentian segala bentuk agresi bersenjata termasuk di Lebanon, penghapusan total blokade militer, hingga kompensasi kerugian perang dari pihak Amerika Serikat.
Selain itu, Teheran juga mendesak pemulihan akses penuh terhadap seluruh aset finansial mereka yang dibekukan serta penghapusan sanksi ekonomi menyeluruh sebagai syarat mutlak terciptanya stabilitas di wilayah tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok