Berita, Nasional

Jimly Asshiddiqie Puji Presiden Brasil Cuma Tamatan SD Tapi Menang 4 Kali Pemilu, Netizen Sentil Gibran

Repelita.net

26 October 2026 23:11 WIB • 92 view

Jimly Asshiddiqie Puji Presiden Brasil Cuma Tamatan SD Tapi Menang 4 Kali Pemilu, Netizen Sentil Gibran
Foto: Istimewa

Jimly Asshiddiqie Puji Presiden Brasil Cuma Tamatan SD Tapi Menang 4 Kali Pemilu, Netizen Sentil Gibran

Repelita Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, menyoroti keberhasilan Luiz Inácio Lula da Silva yang kembali terpilih sebagai Presiden Brasil untuk keempat kalinya, meskipun pendidikan formalnya hanya sampai sekolah dasar (SD).

ADVERTISEMENT

Melalui akun X @JimlyAs pada Senin (26/10/2026), Jimly mengapresiasi pencapaian Lula dan mengaitkannya dengan ketentuan konstitusi Brasil mengenai persyaratan pendidikan bagi kandidat dalam pemilihan umum.

“Hebat, Presiden Brazil Lula da Silva kmbali trpilih jadi Presiden ke4 kalinya. Pdhal cuma tamat SD & kursus ktrampilan,” tulis Jimly.

Ia kemudian menjelaskan bahwa konstitusi Brasil tidak mensyaratkan seluruh kandidat memiliki gelar pendidikan tinggi, melainkan mengatur persyaratan tertentu, termasuk kemampuan membaca dan menulis.

“Karena di Pasal 14 ayat (4) UUD Brazil, smua kandidat pemilu baik parlemen maupun pres/wapres hrs trdaftar sebagai pemilih & tidak buta huruf,” lanjutnya.

Pernyataan Jimly tersebut mendapat perhatian warganet karena dinilai berkaitan dengan perdebatan mengenai persyaratan pendidikan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah komentar di media sosial membandingkan perjalanan politik Lula dengan Gibran, terutama terkait latar belakang pendidikan, proses pencalonan, dan pengaruh keluarga dalam politik.

Salah satu komentar yang beredar berbunyi, “Gibran nyapres di Brazil aja. Kali aja Lula buka lowongan”.

Komentar lain mempertanyakan apakah Lula memiliki kerabat yang berpengaruh di lembaga peradilan Brasil, dengan menulis, “Apakah Lula da Silva punya paman di MK-nya Brasil (kalau ada sih)?”

Reaksi tersebut menunjukkan bahwa unggahan Jimly tidak hanya memicu pembahasan mengenai pendidikan seorang pemimpin, tetapi juga membuka kembali perdebatan publik tentang proses politik yang mengantarkan seseorang menduduki jabatan tinggi.

Lula dikenal sebagai mantan pekerja industri dan tokoh serikat buruh yang kemudian membangun karier politik hingga menjadi presiden Brasil.

Sementara itu, Gibran terpilih sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

Perbandingan kedua tokoh tersebut menjadi bagian dari perdebatan masyarakat mengenai hubungan antara pendidikan formal, pengalaman, persyaratan pencalonan, dan legitimasi politik dalam sistem demokrasi.

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung