Repelita Jakarta - Pernyataan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru Jaya Hercules yang pasang badan membela Presiden Prabowo Subianto terkait musibah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memicu sorotan tajam di media sosial Threads pada hari Senin tanggal dua puluh enam Oktober tahun dua ribu dua puluh enam.
Langkah pembelaan terhadap kepala negara di tengah bencana kabut asap tersebut seketika memantik perdebatan sengit di kalangan pengguna platform digital.
ADVERTISEMENT
Informasi seputar sikap resmi dari pimpinan organisasi massa itu sebelumnya disebarkan melalui unggahan dari akun @balikpapances_.
Berdasarkan kabar yang beredar sekitar tiga jam lalu, tokoh tersebut menilai presiden tidak sepatutnya terus dipojokkan dan mendesak agar tanggung jawab pemulihan lingkungan diserahkan kembali kepada warga serta korporasi pemilik area perkebunan.
Unggahan yang memuat pembelaan politik terhadap lingkaran istana tersebut langsung menuai beragam respons kontra dari para warganet di kolom komentar.
Netizen dengan nama akun @punchcake2 ikut memberikan tanggapan bernada heran dengan menulis komentar singkat berupa, "Njir si manusia hybrida ini ngapain lagi".
Sindiran mengenai latar belakang personal sang tokoh serta usulan pemotongan alokasi anggaran program unggulan pemerintah juga disuarakan oleh pengguna internet lainnya sekitar dua jam lalu.
Pengguna akun @wends471 memberikan tanggapan tertulis yang berbunyi, "Preman pasar hahahaha Prabowo kebijakan minimal dana MBG satu kali diambil untuk penanganan Karhutla".
Sementara itu, pertanyaan kritis mengenai kepemilikan aset lahan pribadi milik sang presiden turut dipertanyakan oleh warganet lain di kolom komentar.
Pemilik akun @hilmy.ae__ melontarkan argumennya di ruang percakapan dengan menulis tanggapan, "kalau Prabowo ternyata punya perkebunan, boleh juga dong disalahkan?".
Kritik paling mendalam mengenai hakikat tugas serta fungsi logis dari seorang kepala negara disampaikan secara panjang lebar oleh seorang netizen sekitar satu jam lalu.
Akun @edwardyurianto menuangkan pandangan kritisnya secara tertulis yang berbunyi persis, "Tugas presiden apa y? Ya gak dibilang juga kalau dia bilang berantas korupsi dia harus jadi hakim/pengacara dl.. Kalau dia bilang berantas kemiskinan bukan artinya, dia bagi2 harta nya sendiri buat rakyat. Aneh… bela presiden boleh, tp ya logika nya harus benar. Bukan malah spt logika orang tidak berpendidikan. Apalg sekelas kerja presiden.".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads