Berita, Internasional

Inggris Kecam Pernyataan Netanyahu Sebut “Republik Islam Inggris”

Repelita.net

15 August 2026 14:47 WIB • 541 view

Inggris Kecam Pernyataan Netanyahu Sebut “Republik Islam Inggris”
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemerintah Inggris menyampaikan kecaman keras atas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut Inggris sebagai Republik Islam Inggris.

Otoritas berwenang di London menilai sebutan yang dilontarkan pimpinan pemerintahan Israel tersebut sama sekali tidak dapat diterima.

ADVERTISEMENT

Pernyataan kontroversial Netanyahu mengemuka saat menghadiri wawancara dalam podcast radio militer Israel pada Kamis (13/8/2026) sewaktu dirinya melontarkan kritik terhadap sikap politik Inggris.

Atas ucapan tersebut, pihak Istana Whitehall bertindak cepat dengan menyampaikan protes secara langsung kepada perwakilan pemerintah Israel.

“Komentar-komentar ini sama sekali tidak dapat diterima, dan kami telah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah Israel,” ujar juru bicara pemerintah Inggris, Jumat (14/8/2026).

Dalam siaran tersebut, Netanyahu mengawali pembahasannya mengenai dukungan tokoh Winston Churchill terhadap negara Israel semasa konflik Perang Arab-Israel tahun 1967.

Ia kemudian membandingkan stabilitas serta kondisi politik dalam negeri Inggris masa lalu dengan perkembangan situasi terkini.

“Ada yang pernah berkata bahwa Republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah Republik Islam Inggris,” kata Netanyahu sambil tersenyum.

Ia juga menambahkan penegasan terkait komitmen militer pihaknya dalam membendung pergerakan pengaruh di kawasan Timur Tengah.

“Kami memastikan tidak akan ada lagi Republik Islam semacam itu di sini, di Iran,” ujarnya.

Sikap dari penguasa Tel Aviv tersebut langsung memicu reaksi balasan serta kritik balasan dari kalangan pejabat pemerintah Inggris.

Gagasan yang mengaitkan Inggris dengan pembentukan negara berbasis keagamaan sebelumnya kerap ditiupkan oleh kalangan politisi kanan jauh internasional.

Wacana tersebut kerap digulirkan bersamaan dengan isu imigrasi hingga memicu polemik mengenai sentimen keagamaan di dunia barat.

Menanggapi ketegangan diplomasi yang terjadi, juru bicara pemerintah Israel David Mencer memberikan klarifikasi resmi guna meredakan situasi.

Melalui wawancara bersama BBC pada Jumat (14/8/2026), Mencer berdalih bahwa Netanyahu hanya menyitir ucapan yang pernah disampaikan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.

“Dia mengutip pernyataan orang lain,” kata Mencer.

Menurut penjelasannya, kutipan yang diambil merujuk pada pernyataan Vance sewaktu menghadiri Forum Keamanan Munich pada 2024 silam.

Kala itu, sosok pejabat tinggi asal Negeri Paman Sam tersebut sempat menyebut Inggris sebagai negara Islam sejati pertama yang menguasai senjata nuklir.

Kondisi hubungan diplomatik kedua belah pihak sendiri memang tengah berada dalam fase menegang akibat perbedaan posisi politik luar negeri.

Langkah Inggris yang memberikan pengakuan kedaulatan atas negara Palestina pada tahun sebelumnya sempat memicu kemarahan mendalam dari kubu Tel Aviv.

Pergeseran pandangan politik London turut diperkuat oleh desakan PM Andy Burnham yang menilai kepemimpinan sebelumnya kurang tegas menekan operasi militer di Jalur Gaza.

Sentimen atas tudingan Republik Islam Inggris ini pada akhirnya memperpanjang deretan friksi politik serta isu diplomasi bilateral kedua negara. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung