Berita, Nasional

HRS - Sesuai Arahan Ulama Gebrakan Kapolri Suyudi Bikin Bandar Judol & Narkoba Kocar Kacir

Repelita.net

05 November 2026 21:36 WIB • 64 view

HRS  - Sesuai Arahan Ulama Gebrakan Kapolri Suyudi Bikin Bandar Judol & Narkoba Kocar Kacir
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Langkah hukum luar biasa dari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memberantas jaringan kejahatan siber transnasional di berbagai kota besar di tanah air menuai apresiasi luas dari elemen masyarakat sipil.

Gebrakan taktis berupa penggilaan operasi pemberantasan judi online serta mafia peredaran narkotika tersebut dianggap berhasil membuat para bandar kocar-kacir.

ADVERTISEMENT

Informasi penegakan hukum maraton yang dipimpin oleh pucuk pimpinan Korps Bhayangkara baru ini disebarluaskan secara orisinal oleh saluran digital global.

Keterangan tertulis mengenai rincian operasi siber dan penyitaan barang bukti itu ditayangkan langsung oleh kanal YouTube Merdeka tv pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh kemari.

"Mengerikan ternyata power kapolis suyudi jauh melebihi ekspektasi kita semua bayangkan baru beberapa hari dilantik beliau sudah memerintahkan anggotanya menggerebek markas judul yang ada di komplek tni angkatan darat namun yang lebih epiknya setelah itu beliau melakukan penggrebekan secara serentak di berbagai kota besar untuk menangkap bertangkap barang bukti ratusan kilogram berbagai jenis narkotika berhasil disita serta aset dan uang puluhan miliar milik para bandar pun berhasil disita polri suyudi langsung mengajak perang terbuka kepada para bandar yang masih berkeliaran," bunyi narasi orisinal dari kanal YouTube Merdeka tv.

Pihak kritikus menilai akselerasi penindakan hukum siber yang prudent ini menjadi pembeda riil antara komando kepemimpinan murni prestasi dengan kapolri titipan faksi kekuasaan masa lalu.

Otoritas kepolisian didorong untuk tidak pandang bulu dalam menyeret seluruh elemen figur publik maupun elit parlemen yang terbukti ikut mengiklankan atau mengendalikan perputaran uang haram tersebut.

"Tangkap semua yang main judi mau artis kek mau anggota dpr kek mau pejabat kek mau jenderal kek khususnya bandar-bandarnya tangkap semua jebloskan ke penjara betul betul setuju takbir," sambung narator mengutip ketegasan sikap sosiologis warga sipil di lapangan.

Dalam tausiah keagamaan terpisah, tokoh agama Habib Rizieq Shihab ikut melayangkan sorotan tajam mengenai maraknya fenomena kemerosotan moral akibat menjamurnya aplikasi perjudian siber.

Beliau mengingatkan pentingnya revolusi akhlak bagi setiap individu muslim agar senantiasa konsisten menegakkan syariat ibadah dasar serta wajib menjauhi larangan khamr maupun transaksi judi.

"Kalau nabi sudah mengharamkan perjudian ya jangan judi dong kalau nabi sudah mengharamkan minuman keras kham yang menghilangkan akal ya jangan mabuk dong kalau nabi sudah mengharamkan perzinahan jangan berzina dong itu namanya ikut nabi saudara kira-kira jelas enggak jelas," jelas Habib Rizieq Shihab dalam ceramah aslinya.

Ia menyayangkan adanya ketimpangan penegakan hukum di masa lampau yang terkesan abai menindak keterlibatan figur elit dpr hingga barisan selebritas dalam mempromosikan judi online.

Pembiaran sistemik itu dinilai memicu timbulnya berbagai malapetaka sosiologis di tengah keluarga, termasuk insiden tragis pembakaran fisik sesama anggota polisi akibat stres finansial.

"Gara-gara judi online saudara ada suami istri polisi lakinya polisi bininya polwan gara-gara judi nih gara-gara judi lakinya dibakar sama bininya lu bayangin nah polisi aja mengkelap lihat judi main bakar nah di tengah masyarakat kan ada yang bunuh diri ada yang stres ada yang gila," cetus Habib Rizieq Shihab memaparkan realita kerusakan sosial.

Sang ulama juga mendesak kementerian terkait untuk berani menerapkan sanksi pidana pemenggalan kepala bagi para pelaku korupsi triliunan rupiah yang telah memiskinkan masyarakat luas.

Langkah radikal ini dinilai beralasan karena tindak pidana korupsi makro tidak lagi digerakkan oleh tangan biasa melainkan dirancang secara terstruktur oleh rekayasa otak para loyalis ganda.

"Kalau korupsinya 1 triliun itu pakai apa tuh jawab yang kompak pakai tangan bukan pakai apa otak di mana potong kepalanya setuju enggak setuju apalagi zaman sekarang korupsinya sudah gila-gilaan," tegas Habib Rizieq Shihab disambut gemuruh takbir jemaah.

Ia mengecam rekam jejak rezim lama pimpinan si berengsek yang hobi merombak regulasi hukum kenegaraan demi meloloskan kepentingan dinasti politik sepihak.

Pola pembiaran korupsi yang awalnya sembunyi-sembunyi kini secara brutal bergeser pada aksi membawa lari seluruh aset beserta meja-meja anggaran kas negara ke faksi Solo.

"Begitu masuk reformasi kita pikir mungkin bagus ini negara saudara kita dukung reformasi ganti itu resim saudara eh ternyata korupsinya naik ke atas meja nah kita lagi nih korupsi di atas meja eh datang si berengsek," urai Habib Rizieq Shihab menggambarkan kebobrokan tata kelola masa lalu.

Di akhir ulasan, pegiat hukum meminta masyarakat siber tetap bersatu serta mendukung penuh gebrakan Kapolri Suyudi bersama Presiden Prabowo Subianto untuk menyikat bersih seluruh aktor judol tanpa kompromi.

Kombinasi antara ketegasan korps kepolisian baru dengan pengawasan ketat masyarakat sipil diyakini mampu meminimalisir angka kejahatan siber demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang berkah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung