Berita, Viral Sosmed

[GEGER] Musisi Protes Rencana Penulisan Ulang Sejarah di Hadapan Menteri Fadli Zon pada AMI Awards 2026

Repelita.net

05 November 2026 23:52 WIB • 31 view

[GEGER] Musisi Protes Rencana Penulisan Ulang Sejarah di Hadapan Menteri Fadli Zon pada AMI Awards 2026
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelaran malam penganugerahan insan musik nasional Anugerah Musik Indonesia Awards dua ribu dua puluh enam dikejutkan oleh aksi protes kebudayaan yang sangat berani dari atas panggung pertunjukan.

ADVERTISEMENT

Para musisi tanah air secara serentak menyuarakan keresahan mendalam atas bergulirnya rencana program penulisan ulang narasi sejarah masa lalu oleh jajaran birokrasi pemerintahan baru.

Rangkaian pembongkaran ekspresi perlawanan seniman di hadapan pejabat tinggi negara tersebut disebarluaskan secara transparan melalui takarir digital pada akun siber personal.

Ulasan bernada tajam yang memancing perhatian belasan ribu pasang mata itu diunggah oleh akun media sosial Threads pribadi pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.

"KALIAN HARUS NONTON AMI AWARDS 2026 GENGS‼️

Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI yg dulu sempat blg kasus pemerkosaan 1998 cuma “rumor”.

Sekarang, di bawah dia juga ada proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.

Tapi hari ini, di stage AMI Awards 2026, para musisi justru menyuarakan keresahan mereka.

Fadli Zon cuma bisa senyam-senyum menyaksikan.

WKWK.

Semoga kabinet Pororo sadar dan pesan ini bisa sampai ke RI 1," tulis akun ericwyn_ mengawali rangkaian takarir kritisnya.

Langkah menyuarakan kebenaran sosiologis di depan podium kehormatan tersebut langsung menuai apresiasi serta dukungan moral berlapis dari kalangan masyarakat sipil siber.

Warganet menilai karya seni harus konsisten diposisikan sebagai medium perlawanan intelektual yang independen guna melawan segala bentuk upaya pengaburan memori kolektif bangsa.

"Kelihatan banget mereka sedang memendam marah.

Terimakasih atas suaranya.

Disini, kita bisa lihat kalau Art is not just about entertainment.

Seni juga tentang ekspresi, perlawanan, dan kebebasan untuk bersuara.

You can rewrite history books, but you can't simply rewrite people's memories.

Sejarah mungkin bisa ditulis ulang, tetapi ingatan dan suara masyarakat tidak semudah itu dihapus.

Because art will always find its way to speak, even when some voices are uncomfortable to hear," sahut akun ceritadiatasair dan acapuspa dalam kolom tanggapan digital.

Kendati demikian, sebagian pengamat meragukan pesan perlawanan estetik dari para musisi tersebut akan mampu menembus ketatnya sistem penyaringan informasi di lingkaran teras istana kepresidenan.

Aparatur pengamanan siber disinyalir cenderung hanya meneruskan laporan kedinasan bernada positif, sementara dinamika keresahan sosiologis komunitas kreatif tetap ditutupi dari pandangan Presiden Prabowo Subianto.

"Gak bakal smpe ke RI1.

Infonya bener bener disaring dan yg disampaikan cuma yang "bagus bagus" aja.

Salut dgn mereka yg berani dan mau menyuarakan kebenaran.

Ga kaya noh mens rea ternyata penjilat garis keras penguasa," sahut akun rvn.090 dan famous2freak melengkapi jalannya diskusi siber.

Hingga saat ini, Kementerian Kebudayaan di bawah komando Menteri Fadli Zon masih mematangkan roadmap penyusunan naskah kajian literatur orisinal nusantara.

Masyarakat sipil menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat proyek penulisan tersebut agar tidak disalahgunakan sebagai instrumen pencucian rekam jejak loyalis ganda faksi Solo.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung