Berita, Nasional

Guntur Romli Soroti Pelemahan Rupiah dan IHSG, Kritik Respons Pemerintah terhadap Kondisi Ekonomi Nasional

Repelita.net

12 May 2026 16:30 WIB • 796 view

Guntur Romli Soroti Pelemahan Rupiah dan IHSG, Kritik Respons Pemerintah terhadap Kondisi Ekonomi Nasional
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menyampaikan kritik mendalam terkait situasi ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren penurunan tajam di tengah berbagai kebijakan fiskal yang diambil oleh pemerintah.

Keresahan tersebut diungkapkan melalui akun media sosial X miliknya pada tanggal 12 Mei 2026 yang menyoroti anjloknya nilai tukar rupiah serta kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan yang terus membebani pasar modal.

ADVERTISEMENT

Guntur Romli memberikan pernyataan tajam mengenai kondisi anggaran negara melalui unggahannya yang berbunyi Rupiah terus ambruk, IHSG terus terpuruk, defisit melangit (Rp240 triliun), tapi para pejabat ekonomi sibuk bela diri dan menyelamatkan muka masing-masing.

Penulis tersebut menilai bahwa koordinasi antara Presiden Prabowo Subianto dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada awal Mei lalu belum mampu meredam kekhawatiran para pelaku ekonomi di lapangan.

Ia secara terbuka mempertanyakan efektivitas langkah otoritas keuangan dengan menegaskan bahwa Sudah seminggu sejak pertemuan Presiden Prabowo dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 5 Mei lalu, tapi respons pasar tetap berdarah-darah.

Ketidaksinkronan antara tindakan pejabat dengan respons pasar menjadi poin utama kritikan Guntur yang menganggap pemerintah lebih fokus pada upaya menjaga citra daripada menghadirkan solusi konkret bagi krisis.

Ia menutup pandangannya dengan sindiran keras terhadap perilaku para pembuat kebijakan ekonomi saat ini dengan menuliskan Alih-alih menyelesaikan masalah, para pejabat ekonomi sibuk bela diri demi menyelamatkan muka masing-masing.

Desakan agar pemerintah segera mengambil langkah luar biasa kini semakin menguat seiring dengan angka defisit yang terus membengkak dan minimnya sentimen positif yang mampu menggerakkan ekonomi nasional secara signifikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung