Repelita Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster meluruskan narasi rekaman video viral mengenai insiden ketegangan verbal dirinya bersama salah seorang pegawai perempuan di kawasan stasiun pengisian bahan bakar umum saat memantau kelangkaan komoditas energi.
ADVERTISEMENT
Di sela pelaksanaan agenda Rapat Paripurna DPRD Bali pada hari Jumat, Wayan Koster menyampaikan penyesalan secara terbuka karena telah ikut terpancing emosi akibat dinamika kerja yang berjalan cukup tinggi di lapangan.
"Salahnya saya, pegawai itu marah. Saya ikut marah. Itu salah saya," ucap Wayan Koster saat memberikan klarifikasi tertulis mengenai kekeliruan sikap responsifnya kepada awak media di Kota Denpasar.
Ia menjabarkan operasional peninjauan tersebut semula dilakukan guna memastikan skema pelayanan distribusi BBM berjalan optimal selama 24 jam penuh di tengah kondisi antrean kendaraan masyarakat yang mengular panjang.
Namun, setibanya di area lokasi, Wayan Koster mendapati operasional layanan SPBU justru terhenti total akibat adanya kendala kerusakan teknis pada bagian sistem integrasi komputasi pimpinan cabang.
Di tengah jalannya proses koordinasi tersebut, seorang petugas wanita mendadak memotong pembicaraan dengan nada tinggi yang memicu respons balasan serupa dari sang kepala daerah hingga memintanya diam.
Mantan anggota legislatif itu mengakui sempat mendapat teguran personal dari sang istri pasca-kejadian, namun dirinya berkomitmen menjadikan krisis kelangkaan bahan bakar serta LPG 3 kilogram ini sebagai bahan evaluasi daerah.
Guna melakukan percepatan pemulihan pasokan pokok, Wayan Koster bahkan intensif berkantor hingga dini hari di Pertamina Depo Sanggaran demi merumuskan skema kebijakan strategis bersama jajaran direksi.
Langkah cepat penanganan krisis kebutuhan dasar tersebut diklaim mendapat apresiasi luas dari publik, jajaran duta besar negara sahabat, hingga jajaran kementerian lembaga di tingkat pemerintah pusat.
"Pariwisata itu sangat sensitif terhadap isu keamanan, isu sosial. Jadi karena itu, ekstra upaya kami adalah bagaimana menjaga agar Bali kondusif," urai Wayan Koster mengenai sensitivitas stabilitas wilayah.
Ia menerangkan penundaan distribusi komoditas energi beberapa waktu lalu murni dipicu hambatan teknis kapal pengangkut kapasitas 18 juta liter minyak di Depo Manggis yang sempat gagal sandar selama 18 jam akibat jangkar tersangkut.
"Saya pun bicara sama Bapak Dirut Pertamina untuk mengatasi ini jangan sampai terjadi lagi hal serupa ke depan," tutur Wayan Koster seraya mengajak seluruh elemen memelihara semangat gotong royong daerah (*)
Editor: 91224 R-ID Elok