Berita, Nasional

[GERAM] Tiga Peserta Pelatihan Manajer Koperasi Desa Merah Putih Tewas, Gigin Praginanto Kecam Kebijakan Wajib Militer, untuk Apa Latihan Militer?

Repelita.net

27 June 2026 00:11 WIB • 884 view

[GERAM] Tiga Peserta Pelatihan Manajer Koperasi Desa Merah Putih Tewas, Gigin Praginanto Kecam Kebijakan Wajib Militer, untuk Apa Latihan Militer?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan wajib militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mempertanyakan esensi dari pelatihan berbasis militer tersebut yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan manajerial sebuah koperasi.

ADVERTISEMENT

”Para calon manajer Kopdes Merah Putih diwajibkan ikut latihan militer,” ujar Gigin, Jumat (26/6/2026).

Gigin bahkan melontarkan tudingan tajam terkait dampak fisik dari program tersebut menyusul adanya laporan korban jiwa di antara para peserta.

”Supaya terbiasa menyiksa orang yang tak berdaya sampai tumbang bahkan tewas. Seperti telah dialami 3 orang rekan mereka,” tuturnya.

Pihak Kementerian Pertahanan melalui Karo Infohan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar duka meninggalnya salah satu peserta program bernama Novia Rahmadhani Sihotang di Jakarta.

”Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta,” kata Rico.

Menurut penjelasan resmi, Novia sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni sebelum akhirnya meninggal dunia keesokan harinya akibat penyakit Tuberkulosis.

Kemhan mengklaim seluruh peserta telah melewati serangkaian tes kesehatan ketat dan dinyatakan memenuhi syarat sebelum memulai masa pendidikan.

Sebelum insiden Novia, dua peserta lainnya yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq juga dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pelatihan di lokasi berbeda.

”Anisa mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke,” ungkap Rico.

Sementara itu, peserta atas nama Yonanda Muhammad Taufiq dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung setelah sempat dirawat oleh tim medis satuan.

Pihak kementerian saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh bersama panitia seleksi nasional untuk meninjau kembali prosedur pengawasan kesehatan bagi seluruh peserta pelatihan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung