Berita, Viral Sosmed

[GERAM] Alasan Gangguan Speaker LCC Empat Pilar Kalbar Dicibir Netizen, Profesionalitas Juri Dipertanyakan

Repelita.net

12 May 2026 14:23 WIB • 782 view

[GERAM] Alasan Gangguan Speaker LCC Empat Pilar Kalbar Dicibir Netizen, Profesionalitas Juri Dipertanyakan
Foto: Istimewa

Repelita Pontianak - Kontroversi penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat semakin memanas setelah pihak otoritas pendidikan setempat memberikan klarifikasi yang justru memicu reaksi negatif dari masyarakat luas pada tanggal 12 Mei 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, berupaya meredam gejolak melalui akun Instagram instagram.com dengan menyatakan adanya kendala teknis pada sistem suara yang mengarah ke meja dewan juri selama perlombaan.

ADVERTISEMENT

Klarifikasi tersebut menyebutkan bahwa dewan juri tidak dapat mendengar jawaban peserta secara jelas akibat gangguan pada perangkat pengeras suara, meskipun kenyataannya suara peserta terdengar sangat jernih oleh para penonton di lokasi maupun melalui siaran langsung.

Narasi mengenai kerusakan teknis ini segera dibantah secara sarkastis oleh para pengguna media sosial yang merasa bahwa alasan tersebut hanyalah upaya untuk menutupi ketidakprofesionalan juri dalam memberikan penilaian objektif kepada tim SMAN 1 Pontianak.

Netizen dengan akun @aswadihamid10 melontarkan kritik pedas terhadap alasan tersebut dengan menuliskan Kok alasan speaker sih pak.. Saat anaknya protes kan disimak dengan baik, tidak ada yang sanggah tolong ulang karena tidak kedengaran jelas, tidak ada kaaann.. Artinya speaker sangat bagus Pak.. Jurinya aja mungkin belum siuman saat anaknya menjawab di kolom komentar.

Sikap defensif dari penyelenggara ini dinilai sangat memalukan oleh publik karena dianggap tidak memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan fatal yang telah merugikan integritas kompetisi pendidikan berskala nasional tersebut.

Kekecewaan serupa disampaikan oleh akun @justforyn_ yang mempertanyakan mengapa rekaman digital tidak digunakan sebagai rujukan pembuktian dengan menyatakan Klo gitu kenapa gk minta liat rekaman ulang? Sebelumnya nyalahin mulut, sekarang nyalahin speaker. Salahin aja semua kecuali diri sendiri.

Bahkan, beberapa warganet menganggap bahwa alasan speaker hanyalah kambing hitam untuk melindungi arogansi dewan juri, sebagaimana ditulis oleh akun @meli.yantiiii dengan komentar Ketika speaker benda mati di jadikan kambing hitam yg di anggap bisa meringankan kesalahan. Pada saat menjawab protes si anak kenapa gak ada masalah di jawab dengan arogannya. Jangan suka membela diri dengan cara yg tidak jujur....

Polemik ini kini menjadi ujian berat bagi kredibilitas dunia pendidikan di Kalimantan Barat, mengingat banyaknya tuntutan agar panitia segera meminta maaf secara terbuka kepada para peserta yang telah dirugikan secara moral dan intelektual dalam ajang bergengsi tersebut.

Publik berharap agar ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi juri dan panitia pelaksana di masa mendatang agar kejadian memalukan yang merusak sportivitas pelajar ini tidak terulang kembali di panggung kehormatan empat pilar bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung