Berita, Internasional

Gedung Putih Lockdown Usai Penembakan di National Mall, Petugas Lumpuhkan Tersangka

Repelita.net

05 May 2026 23:24 WIB • 826 view

Gedung Putih Lockdown Usai Penembakan di National Mall, Petugas Lumpuhkan Tersangka
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Kompleks Gedung Putih Amerika Serikat sempat diberlakukan status lockdown atau penguncian total sementara pada hari Senin, 4 Mei 2026 waktu setempat, setelah sebuah insiden penembakan pecah di kawasan National Mall yang tidak jauh dari lokasi istana kepresidenan .

Ketegangan di pusat pemerintahan AS tersebut meningkat dengan sangat cepat lantaran letusan suara senjata api terjadi sesaat setelah konvoi kendaraan yang membawa Wakil Presiden AS, JD Vance, melintasi area yang sama .

ADVERTISEMENT

Aparat keamanan dari Dinas Rahasia atau Secret Service bergerak dengan sangat cepat dan sigap untuk melumpuhkan tersangka pelaku penembakan tepat di lokasi kejadian .

Insiden bersenjata ini kemudian langsung menambah daftar panjang ancaman keamanan yang semakin sering terjadi terhadap pejabat tinggi negara di Ibu Kota Washington dalam beberapa pekan terakhir .

Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, mengungkapkan secara rinci bahwa kronologi insiden bermula ketika petugas berhasil mengidentifikasi seorang pria yang sangat mencurigakan karena membawa senjata api di pusat kota .

Pada saat petugas hendak mendekati pria tersebut untuk melakukan pemeriksaan rutin, pelaku justru mencoba melarikan diri dan berlari sekuat tenaga menjauhi aparat .

"Pria itu kabur dengan berjalan kaki setelah didekati petugas. Ia kemudian mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan," ujar Quinn dalam konferensi pers yang digelar di Washington dan dikutip oleh kantor berita AFP .

Merespons ancaman mematikan yang membahayakan warga sipil tersebut, agen Secret Service yang dilatih khusus langsung membalas tembakan dan berhasil mengenai tubuh tersangka .

Pria bersenjata yang tidak diketahui identitasnya itu kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi yang belum dapat diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang .

Selain tersangka utama, seorang remaja yang kebetulan berada di lokasi kejadian dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan atau ricuh peluru .

Meskipun insiden penembakan meletus tidak lama setelah rombongan Wakil Presiden JD Vance melintas, pihak berwenang hingga saat ini belum menyimpulkan bahwa pejabat nomor dua di negeri Paman Sam tersebut adalah target utama .

Quinn menegaskan dengan hati-hati bahwa penyelidikan masih berada di tahap awal sehingga sangat sulit untuk menentukan motif sesungguhnya dari pelaku yang masih belum bisa dimintai keterangan .

"Kecil kemungkinan (Wapres) menjadi target, namun saya tidak ingin berspekulasi apakah ini ditujukan kepada Presiden atau tidak. Kami akan mendalaminya," tambah Quinn ketika ditanya mengenai keterkaitan insiden ini dengan rentetan ancaman lain terhadap Presiden Donald Trump .

Peristiwa berdarah yang terjadi di kawasan National Mall ini terjadi hanya berselang satu minggu setelah insiden serupa yang mengguncang ibu kota AS .

Sebelumnya pada pekan lalu, seorang pria bernama Cole Allen yang berusia 31 tahun ditangkap oleh aparat karena berupaya dengan nekat menerobos sistem pengamanan hotel tempat Presiden Trump menghadiri sebuah acara penting .

Pengadilan setempat kemudian memutuskan bahwa Allen telah resmi didakwa secara hukum atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap presiden .

Hingga berita ini diturunkan pada Selasa, 5 Mei 2026, pengamanan di sekitar Gedung Putih dan berbagai objek vital lainnya di seluruh wilayah Washington DC telah diperketat secara signifikan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan susulan yang mungkin terjadi .

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung