Berita, Nasional

Siap-siap Purbaya Dalam Bahaya Sang Istri Bongkar Semua Prabowo Panik Bobrok Pemerintah Tersebar?

Repelita.net

17 September 2026 22:57 WIB • 96 view

Siap-siap Purbaya Dalam Bahaya Sang Istri Bongkar Semua Prabowo Panik Bobrok Pemerintah Tersebar?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu miring mengenai nasib mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa pascacopot dari kabinet mendadak memanas setelah beredarnya narasi yang menyebut dirinya kini tengah berada dalam posisi yang terancam. Kanal YouTube Keset Politik Channel mengulas balik rekaman video reaksi publik yang membahas kekhawatiran meluas di masyarakat mengenai potensi adanya kriminalisasi sistematis terhadap sang teknokrat.

Host tayangan tersebut, Bang Ir, menguraikan perbincangan hangat netizen mengenai tanda-tanda keretakan hubungan politik pascapemberhentian sepihak tersebut. Berbagai spekulasi liar bermunculan di dunia maya yang menduga adanya kepanikan di jajaran otoritas tertinggi pemerintahan akibat mencuatnya berbagai rahasia internal ke ruang publik.

ADVERTISEMENT

Ketegangan situasi politik ini semakin diperparah oleh pernyataan dari pihak keluarga dekat yang mulai berani bersuara di media sosial mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di balik layar kementerian keuangan. Istri Purbaya, Ida Yulidina, meluapkan seluruh isi hati dan kekecewaannya secara terbuka pada hari Kamis, 17 September 2026, yang langsung memicu kehebohan di kalangan warganet.

Dalam unggahan media sosial aslinya, akun Ida Yulidina melayangkan kritik tajam mengenai buruknya moralitas dalam sistem birokrasi pemerintahan saat ini. "emang negara kita tidak bisa diperbaiki kebanyakan orang jahatnya daripada yang jujur," tulis Ida secara utuh dalam cuitan pribadinya tanpa ada perubahan teks sedikit pun.

Ida mengungkapkan bahwa suaminya sempat menghadapi gelombang perlawanan hebat dari sekitar 300 pejabat perpajakan serta bea cukai yang menolak dipindahkan dari posisinya semula. Sebelum lengser, sang menteri memang mendeteksi adanya banyak kebobrokan berupa praktik koruptif di internal kementerian keuangan yang harus segera diamputasi demi menyelamatkan keuangan negara.

Peringatan mengenai ancaman nyata yang mengintai posisi Purbaya sebelumnya juga pernah dilontarkan secara terbuka oleh anggota DPD RI, Alwi Ali, dalam sebuah rapat dengar pendapat resmi. Legislator tersebut mengaku sangat menghormati nyali besar sang ekonom dalam menyapu bersih mafia anggaran, namun di sisi lain dirinya mengkhawatirkan keselamatan sang pejabat.

Alwi Ali secara blak-blakan mengingatkan bahwa posisi menteri keuangan saat itu sedang dikepung oleh musuh-musuh politik tangguh yang siap menerkam dari segala arah. "beberapa kebijakan-kebijakan secara teknis yang Bapak sudah keluarkan beberapa bulan belakangan ini kami semua sempat angkat tangan dan cukup salut dan kami selalu berdoa mudah-mudahan Bapak tetap istikamah ya karena berada di tengah hutan belantara Bapak berani tampil ya ya di tengah-tengah serigala yang begitu banyak Pak hm hati-hati kalau kagak kuat Pak ya itu serigalanya samping kiri kanan Bapak itu," ucap Alwi Ali.

Kekhawatiran serupa mengenai potensi pembalasan dari para elit politik yang merasa kepentingannya terganggu juga disuarakan oleh akademisi Guru Gembul dalam sebuah podcast. Guru Gembul mengendus adanya skenario buruk yang sengaja disiapkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan martabat sang mantan menteri pascatidak lagi memiliki perlindungan kekuasaan.

Pengamat tersebut mengkhawatirkan bahwa tekanan politik terhadap teknokrat bersih itu tidak akan berhenti begitu saja pada momentum pencopotan jabatan oleh presiden. "yang saya khawatirkan bukan yang akan terjadi ya yang saya khawatirkan adalah Pak Purbaya itu enggak berhenti di sini tapi dia nanti akan dipaksa mengendakan rompi orange waduh mungkin skenario selanjutnya tuh jadi seperti itu karena beberapa pihak yang ngajak ribut atau diajak ribut sama Pak Purbaya kemarin tuh cukup kuat dan cukup tangguh," beber Guru Gembul.

Analisis mendalam mengenai peta konflik kepentingan di lingkar kekuasaan kabinet juga dijabarkan secara gamblang oleh pengamat politik nasional, Rocky Gerung. Rocky menjelaskan bahwa kecerdasan serta arogansi positif yang ditunjukkan Purbaya dalam menyikat habis penyelewengan birokrasi justru memicu benturan keras dengan para pimpinan partai politik partisan.

Menurut Rocky, langkah berani menteri keuangan dalam memblokir intervensi parpol di kementeriannya membuat dirinya harus berhadapan langsung dengan kekuatan politik raksasa seperti kubu Bahlil Lahadalia. Kebijakan reformasi fiskal yang agresif tersebut pada akhirnya goyah setelah sang menteri tidak lagi mendapatkan jaminan perlindungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.

Padahal, selama satu tahun masa baktinya, Purbaya berhasil mempersembahkan capaian gemilang seperti mendongkrak pendapatan negara semester 1 tahun 2026 hingga menembus angka Rp1.459 triliun atau melejit 21,4 persen. Prestasi luar biasa dalam menggenjot penerimaan pajak tersebut bahkan mampu diwujudkan secara murni tanpa perlu membebani rakyat dengan kenaikan tarif pajak baru.

Kini, setelah posisi strategis tersebut resmi dialihkan kepada Suahasil Nazara, publik terus memantau apakah pergantian mendadak ini akan membongkar lebih banyak borok pemerintahan ke permukaan. Masyarakat luas kini mendesak agar penegakan hukum berjalan objektif dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap putra terbaik bangsa yang telah bekerja tulus untuk rakyat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung