Repelita [Jakarta] - Langkah politik Joko Widodo seusai purnatugas dari kursi kepresidenan terus menarik perhatian publik, termasuk keinginan banyak awak media yang berusaha melakukan wawancara langsung di kediamannya di Solo.
Program Bocor Alus Politik menjadi pihak yang sejauh ini berhasil menemui mantan Presiden tersebut, di mana tim produksi sempat ragu terpancing ritme politik sebelum akhirnya sepakat melanjutkan sesi wawancara.
ADVERTISEMENT
Daftar pertanyaan dikirimkan terlebih dahulu kepada pihak Joko Widodo dan setelah melalui proses penyesuaian, alokasi waktu pembicaraan yang semula dirancang 30 menit akhirnya memanjang hingga 1 jam 30 menit.
Joko Widodo dikabarkan tersenyum saat disebut sebagai figur yang berani berkampanye aktif untuk Partai Solidaritas Indonesia di tengah kecenderungan partai politik lain yang memilih bersikap segan terhadap konstelasi kekuasaan Prabowo.
Pengamat politik Erizal menilai langkah tersebut menandakan gerak politik mantan kepala negara itu tidak akan berhenti, dengan proyeksi tahun 2029 sebagai titik awal dan tahun 2034 sebagai puncak momentum pertarungan politik sesungguhnya.
Mengenai rumor pergantian pucuk pimpinan di tubuh partai berlambang mawar tersebut, Joko Widodo secara tegas menepis kabar bahwa dirinya akan menggeser posisi sang anak, Kaesang Pangarep.
"Kalau di partai lain itu Bapak digantikan anaknya," ujar Joko Widodo saat memberikan analogi fenomena kepemimpinan partai politik nasional tanpa menyebut secara spesifik nama partai yang dimaksud.
Mantan Walikota Solo itu juga menyatakan optimisme tinggi bahwa Partai Solidaritas Indonesia mampu lolos ke parlemen serta mengakui strategi mendatangi berbagai daerah dilakukan guna mencuri start peningkatan elektabilitas.
Sesi pembicaraan tersebut turut menyoroti kekuatan pendanaan Joko Widodo serta klarifikasi mengenai polemik ijazah, di mana perincian lengkap sesi wawancara ini dijadwalkan terbit dalam edisi mendatang. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok