Berita, Internasional

Diplomasi Berbuah Manis, Dua Kapal Tanker Pertamina Siap Melintasi Selat Hormuz Setelah Dapat Sinyal Positif Iran

Repelita.net

28 March 2026 07:10 WIB • 1,238 view

Diplomasi Berbuah Manis, Dua Kapal Tanker Pertamina Siap Melintasi Selat Hormuz Setelah Dapat Sinyal Positif Iran
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia akhirnya membuahkan hasil positif, di mana dua kapal tanker milik Pertamina yang sempat tertahan di perairan Teluk Arab kini bersiap untuk melintasi Selat Hormuz setelah pemerintah Iran memberikan sinyal persetujuan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran sejak awal melakukan koordinasi yang intensif dengan otoritas Iran untuk memastikan kelancaran pelayaran kapal yang membawa pasokan bahan bakar minyak ke dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa respons dari pihak Iran saat ini telah memasuki tahap lanjutan setelah sebelumnya terjadi komunikasi yang berkelanjutan antara kedua negara.

Telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran, yang saat ini sedang ditindaklanjuti pada aspek teknis dan operasional, demikian ujar Yvonne dalam pernyataannya pada Jumat, 27 Maret 2026.

Dua kapal tanker yang dimaksud adalah Very Large Crude Carrier atau VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang keduanya tertahan sejak awal Maret 2026 akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Penahanan tersebut berdampak pada pembatasan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi distribusi energi global, sehingga menghambat pergerakan kapal tanker dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Sebelumnya, Iran melalui pemberitahuan resmi kepada International Maritime Organization menegaskan bahwa kapal-kapal dari negara yang tidak bermusuhan tetap diperbolehkan melintas dengan syarat mematuhi aturan keselamatan.

Syarat yang ditetapkan juga mencakup kewajiban untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan otoritas setempat sebelum kapal diperbolehkan memasuki jalur perairan Selat Hormuz yang diawasi ketat.

Di tengah situasi tersebut, Pertamina memastikan bahwa kondisi kapal, kru, dan muatan bahan bakar yang diangkut tetap dalam keadaan aman selama proses negosiasi diplomatik berlangsung.

Pemerintah Indonesia pun mempercepat jalur diplomasi untuk menjaga kelancaran pasokan energi nasional agar tidak terganggu akibat hambatan yang terjadi di jalur distribusi global.

Jika proses teknis yang sedang berjalan dapat rampung dan situasi keamanan di kawasan tetap kondusif, kedua kapal tanker tersebut segera dapat melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global kembali menjadi penentu, bukan hanya bagi pasar dunia tetapi juga bagi ketahanan energi Indonesia yang sangat bergantung pada kelancaran impor minyak mentah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung