Berita, Internasional

Demo Memanas di Suriah, Harga BBM Melonjak hingga 40 Persen

Repelita.net

14 September 2026 14:32 WIB • 460 view

Demo Memanas di Suriah, Harga BBM Melonjak hingga 40 Persen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Demonstrasi kembali memanas di sejumlah wilayah Suriah setelah pemerintah Al-Sharaa memberlakukan kenaikan harga bahan bakar yang memicu kemarahan masyarakat dan aksi penutupan jalan.

Pada Senin, 14 September 2026, akun @DD_Geopolitics melaporkan bahwa kerumunan besar turun ke jalan di Maarrat al-Numan, sementara para demonstran memblokir jalur utama Aleppo–Damaskus.

ADVERTISEMENT

Kenaikan harga tersebut mulai berlaku pada Minggu, 13 September 2026, dengan harga solar dilaporkan melonjak sekitar 40 persen dalam semalam.

Sementara itu, harga bensin mengalami kenaikan sekitar 26 hingga 28 persen, sehingga tekanan terhadap masyarakat dan aktivitas transportasi semakin meningkat.

Dalam unggahannya pada 14 September 2026, @DD_Geopolitics menyebut, “Protes menyebar di seluruh Suriah setelah pemerintah Al-Sharaa secara tajam menaikkan harga bahan bakar.”

Akun tersebut juga melaporkan bahwa para demonstran turun ke jalan dan melakukan pemblokiran di sejumlah wilayah setelah tarif baru diberlakukan, meski unggahan yang beredar hanya menampilkan sebagian keterangan mengenai produk petroleum.

Situasi di Maarrat al-Numan menjadi salah satu gambaran meningkatnya ketegangan akibat kebijakan harga energi tersebut, terutama karena bahan bakar memiliki pengaruh langsung terhadap biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.

Respons terhadap perkembangan itu juga muncul dari sejumlah pengguna media sosial yang mempertanyakan kondisi ekonomi dan arah perubahan politik Suriah setelah pergantian pemerintahan.

Akun @andrewmaga84 menanggapi perkembangan tersebut dengan pernyataan, “Saya diinformasikan secara meyakinkan bahwa ini adalah revolusi yang diberkahi dan bahwa Suriah sekarang telah sejahtera.”

Sementara itu, @DD_Geopolitics kemudian menambahkan, “Nah, krisis bahan bakar ini tidak khusus untuk Suriah.”

Komentar lain datang dari akun @HussainShafiei yang menulis, “Where is the Jihadi Brigade looks like their main Goy Goylani is Fucking up.”

Akun @ahmedkutigi1 juga menyampaikan pandangannya mengenai perubahan politik di Suriah dengan menulis, “I remember when Syria’s former president, Bashar al-Assad, was deposed by external forces controlled by the United States, Turkey, and Israel. Some people, even some Muslims, were excited and joyful, saying democracy was coming and Syria would be better. At the time it looked”

Komentar bernada serupa turut disampaikan akun @comradeKangaroo yang menulis, “Wait, I thought democracy and freedom would break out! Where’s all that freedom Diesel?”

Adapun akun @abdulmumin40 menyampaikan, “Mereka segera akan merindukan Asad karena boneka Zionis ini.”

Rangkaian unggahan tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan harga bahan bakar tidak hanya memunculkan persoalan ekonomi, tetapi juga menjadi bahan perdebatan mengenai kondisi politik dan pemerintahan baru di Suriah.

Aksi pemblokiran jalan di Maarrat al-Numan menjadi perkembangan penting karena jalur Aleppo–Damaskus merupakan salah satu koridor transportasi utama, sehingga gangguan lalu lintas dapat memperbesar dampak ekonomi dari kenaikan harga energi.

Perkembangan demonstrasi selanjutnya masih menjadi perhatian karena protes disebut telah muncul di lebih dari satu wilayah setelah harga bahan bakar baru diberlakukan pada Minggu, 13 September 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung