Berita, Internasional

Boikot Eurovision 2026, PM Spanyol Pedro Sanchez Tolak Standar Ganda Atas Genosida Israel di Gaza

Repelita.net

16 May 2026 21:22 WIB • 775 view

Boikot Eurovision 2026, PM Spanyol Pedro Sanchez Tolak Standar Ganda Atas Genosida Israel di Gaza
Foto: Istimewa

Repelita Madrid - Pemimpin pemerintahan Spanyol Pedro Sanchez memberikan argumentasi kuat terkait kebijakan negaranya yang memilih absen dari ajang kompetisi musik bergengsi Eurovision 2026.

Langkah boikot tersebut diambil sebagai bentuk respons atas tindakan pembersihan etnis yang dilakukan otoritas Tel Aviv di wilayah Gaza serta operasi militer ke Lebanon.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa keputusan menarik diri dari festival tersebut merefleksikan keteguhan sikap dalam menegakkan pilar hukum internasional serta perlindungan terhadap hak asasi manusia.

Melalui sebuah rekaman visual yang diunggah lewat akun resmi media sosial X pada Jumat, 15 Mei 2026, dirinya menyatakan bahwa tindakan diplomasi kebudayaan ini sangat krusial demi menentang ketidakadilan global.

"Itulah mengapa Spanyol tidak berpartisipasi di Kontes Eurovision, karena komitmen kami terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional juga diekspresikan melalui kebudayaan," kata Sanchez.

Dalam kesempatan itu, ia membandingkan situasi konflik saat ini dengan kebijakan sanksi pembekuan kepesertaan Rusia dari ajang serupa sewaktu melancarkan agresi militer ke Ukraina beberapa tahun lalu.

Dirinya menuntut adanya kesetaraan perlakuan internasional terhadap segala bentuk pelanggaran kedaulatan tanpa memandang subjek politik negaranya.

"Ketika Rusia menginvasi Ukraina, mereka dilarang mengikuti kontes dan Spanyol mendukung keputusan itu. Prinsip-prinsip ini juga harus berlaku ketika kita membicarakan Israel. Tidak boleh ada standar ganda," kata Sanchez.

Ia memaparkan bahwa esensi dasar dari penyelenggaraan festival musik Eropa ini adalah sebagai sarana mempererat perdamaian dunia antar berbagai perwakilan negara peserta.

Oleh karena itu, komunitas internasional dinilai tidak selayaknya menutup mata atau berdiam diri di tengah berkecamuknya pertempuran ilegal yang memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

"Kita tidak boleh abai dengan apa yang terus terjadi di Gaza dan Lebanon. Ini masalah konsistensi, tanggung jawab, dan kemানুsiaan," kata Sanchez.

Pagelaran kompetisi tarik suara internasional itu sendiri dijadwalkan berlangsung di Wina, Austria yang diikuti oleh puluhan delegasi dari berbagai belahan dunia.

Selain Madrid, beberapa pemerintahan negara lain seperti Dublin, Reykjavik, Amsterdam, dan Ljubljana dilaporkan mengambil sikap serupa untuk tidak mengirimkan perwakilan mereka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung