Repelita Jakarta - Suasana duka mendalam tengah menyelimuti keluarga besar dari penasihat hukum jajaran Tim Pembela Dokter Tifa akibat kehilangan salah satu personel terbaiknya.
Seorang ahli hukum senior bernama Wirawan Adnan dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu tanggal 3 Oktober 2026 tepat pukul 06.15 WIB.
ADVERTISEMENT
Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan nama Pak Iwang tersebut meninggal dunia di dalam area hunian pribadinya yang terletak di kawasan Duren Sawit Kecamatan Jatinegara.
Kepergian mendadak praktisi hukum senior ini meninggalkan kedukaan yang mendalam bagi seluruh kerabat, sejawat profesi, serta anggota aliansi hukum yang selama ini berjuang bersama.
Salah satu rekan sejawat almarhum yakni Karina Mastha memberikan kesaksian mengenai kepribadian luhur serta rekam jejak integritas tinggi yang dimiliki oleh sosok ahli hukum itu.
Karina Mastha memberikan pernyataan penghormatan terakhir secara langsung berupa "Pak Iwang adalah sosok yang sangat baik, rendah hati, berintegritas, dan memiliki dedikasi yang kuat terhadap profesi advokat. Beliau merupakan advokat yang berpengalaman dan memiliki prinsip yang teguh dalam menjalankan tugasnya" pada hari Minggu tanggal 10 April 2026.
Bagi rekan sejawatnya kehilangan figur senior tersebut dirasa sangat besar mengingat besarnya curahan waktu, tenaga, serta komitmen yang telah diberikan untuk pendampingan hukum.
Karina Mastha mengutarakan ungkapan rasa kehilangan mendalam lanjutan dengan kalimat yaitu "Pak Iwang bukan hanya seorang rekan dalam tim, tetapi juga sosok yang banyak memberikan keteladanan, pengalaman, dan semangat dalam memperjuangkan apa yang diyakininya benar" kepada publik.
Sosok almarhum dinilai akan senantiasa diingat bukan sekadar karena kepemilikan wawasan kedinasan yang luas namun juga atas nilai kemanusiaan tinggi selama bertugas di lapangan.
Karina Mastha memaparkan kesan mendalam dari sosok almarhum semasa hidupnya dengan menyatakan "Yang paling membekas bagi kami adalah semangat beliau untuk terus menjalankan tanggung jawabnya. Bahkan sampai akhir, beliau tetap menjadi bagian dari perjuangan yang sedang kami jalankan bersama" di hadapan para pelayat.
Kabar duka tersebut sempat mengejutkan Dokter Tifa yang kala itu sedang berada di fasilitas medis Rumah Sakit Harapan Kita untuk mendampingi urusan keluarga besarnya.
Dokter Tifa mengirimkan sebuah pesan tulisan singkat mengenai kondisi keberadaannya melalui grup komunikasi dengan isi ucapan yaitu "Saya sedang berada di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, ada keluarga yang kritis. Tetapi, saya akan usahakan secepatnya ke sana" untuk merespons informasi.
Di dalam area rumah kediaman duka tampak sejumlah kolega hukum serta kerabat dekat mulai berdatangan guna memberikan penghormatan terakhir bagi jenazah almarhum.
Beberapa pelayat yang hadir di lokasi di antaranya adalah Dokter Tifa, Karina Mastha, Muhammad Lutie Hakim, Aziz Yanuar, serta praktisi kesehatan Dokter Taufiq Pasiak.
Ketua pengurus lingkungan setempat yakni Miftah Ruyani mengungkapkan bahwa kepergian dari sang praktisi hukum senior dinilai cukup mengejutkan bagi segenap warga permukiman.
Menurut penjelasan Miftah Ruyani sebelum mengembuskan napas terakhirnya sang pengacara senior tersebut diketahui masih sempat melakukan aktivitas rutin keagamaan secara normal di lingkungan rumah.
Miftah Ruyani menerangkan aktivitas terakhir dari sang pengacara senior sebelum wafat dengan memberikan pernyataan berupa "Tasi pagi almarhum masih sholat subuh di masjid" kepada awak media.
Berdasarkan rencana pihak keluarga jasad almarhum akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Solihin setelah memasuki waktu ibadah salat Ashar berjamaah selesai dilaksanakan.
Setelah prosesi keagamaan tersebut selesai jasad mendiang akan langsung diberangkatkan menuju ke area kompleks Pemakaman Al Azhar yang berada di wilayah Karawang Jawa Barat.
Untuk memfasilitasi para pelayat pihak perwakilan keluarga juga telah menyediakan sarana transportasi bus bagi kerabat yang berniat mengantarkan jasad ke peristirahatan terakhir.
Mengenai pemicu kematian Dokter Taufiq Pasiak menganalisis adanya potensi gangguan kesehatan stroke hemorrhagic apabila dalam pemeriksaan medis tidak ditemukan indikasi serangan jantung koroner.
Bagi segenap anggota tim hukum kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan kawan melainkan hilangnya sebuah keteladanan profesi atas nilai prinsip dasar hukum yang dipegang teguh.
Karina Mastha menyampaikan untaian doa penutup agar segala bentuk amal serta dedikasi profesi mendiang mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Karina Mastha memanjatkan untaian doa kebaikan bagi jasad almarhum dengan mengutarakan kalimat ucapan yaitu "Semoga seluruh amal ibadah, kebaikan, pengabdian, serta perjuangan beliau selama hidup menjadi amal jariyah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT" di rumah duka.
Dirinya juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh anggota keluarga inti agar senantiasa diberikan ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi ujian.
Karina Mastha memberikan salam perpisahan terakhir bagi mendiang rekan sejawatnya tersebut dengan menyatakan "Selamat jalan, Pak Iwang. Terima kasih atas persahabatan, keteladanan, integritas, dan perjuangan yang telah diberikan. Insya Allah, kebaikan dan jejak pengabdian Bapak akan selalu kami kenang" secara khidmat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok