Repelita Jakarta - Kepanikan sempat muncul di kalangan netizen setelah nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dikaitkan dengan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Kabar tersebut bermula dari pernyataan seorang kader Partai Solidaritas Indonesia yang menyinggung dugaan keterlibatan Dasco dalam urusan tersebut.
ADVERTISEMENT
Pernyataan itu cepat menyebar dan memicu spekulasi di media sosial hingga membuat sejumlah pihak merasa gelisah.
Namun situasi segera dijernihkan melalui klarifikasi yang disampaikan Andi Azwa.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube Sahabat soleh pada Sabtu, 19 September 2026, dijelaskan kronologi bagaimana nama Dasco bisa terseret ke dalam isu ijazah tersebut.
Video itu membedah poin-poin penting dari klarifikasi Andi Azwa agar kesalahpahaman tidak berkembang menjadi bola liar.
Andi Azwa menegaskan bahwa dugaan keterlibatan Dasco tidak berdasar dan perlu diluruskan agar publik tidak terus diliputi kebingungan.
Ia menguraikan alur kejadian secara runut mulai dari munculnya pernyataan kader PSI hingga respons yang diberikan untuk menenangkan suasana.
Klarifikasi tersebut disampaikan agar informasi yang beredar tetap berada pada koridor fakta dan tidak menimbulkan fitnah.
Isu ijazah Jokowi sendiri telah menjadi perbincangan panjang sejak beberapa waktu lalu dengan berbagai pihak saling memberikan pandangan.
Keterlibatan nama tokoh politik seperti Dasco membuat situasi semakin ramai dibahas di ruang publik.
Andi Azwa menekankan pentingnya menjaga proporsi pembahasan agar tidak merusak hubungan politik yang sudah terjalin.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek sumber informasi sebelum menyebarkannya lebih luas.
Dengan adanya penjelasan tersebut, diharapkan spekulasi yang sempat muncul dapat mereda dan fokus kembali pada fakta yang ada.
Video dari kanal Sahabat soleh ini menyajikan uraian secara berimbang agar penonton memahami konteks lengkap dari polemik yang sedang berlangsung.
Klarifikasi Andi Azwa menjadi salah satu upaya untuk menenangkan gejolak yang muncul di media sosial.
Publik diharapkan mampu menyikapi isu ini dengan bijak tanpa mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok