Repelita Jakarta - Tokoh politik nasional Amien Rais menyampaikan pandangan kritisnya mengenai dinamika sengketa berkas administrasi pemilu di Mahkamah Konstitusi melalui tayangan video di kanal YouTube Amien Rais Official.
Ulasan hukum yang disampaikan pada hari Kamis tanggal dua puluh empat September dua ribu dua puluh kemenam tersebut secara terbuka menyoroti kinerja jajaran hakim konstitusi dalam memutus perkara gugatan syarat kelulusan milik Gibran Rakabuming Raka.
ADVERTISEMENT
Dalam pemaparannya Amien Rais menyebutkan adanya tiga nama hakim yang dinilainya masih mengedepankan prinsip keadilan serta kejujuran publik di tengah jalannya agenda persidangan pembuktian sengketa.
Ketiga nama yang dipuji secara terbuka di hadapan publik tersebut yaitu Arsul Sani, Saldi Isra, dan Enny Nurbaningsih yang dinilai berhasil memberikan perspektif hukum secara jelas mengenai pemenuhan berkas.
Amien Rais menjelaskan pandangan strategis dari ketiga tokoh hukum tersebut dengan mengutarakan kalimat, "bahwa saat ijazah SMA atau yang sederajat yang diperoleh Gibran di luar negeri seharusnya ditunjukkan bukan sekadar surat keterangan penyetaraan pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait Gibran ini sesuatu kunci ya untuk memecahkan masalah kegibran ini ya".
Di sisi lain dirinya secara langsung memberikan saran serta imbauan khusus kepada Denny Indrayana selaku pihak pemohon sengketa agar tetap menahan diri dari tensi politik yang berlebihan.
Ia meminta pihak penggugat untuk bersikap lebih tenang dalam menghadapi putusan peradilan dengan melontarkan ucapan, "pendapat saya Mas Deni Indrayana sebaiknya bersabar saja dulu karena sparibus are the things being equal kalau tidak ada gempa politik ya tidak mungkin tahun 2029 besok ada partai mau mencalonkan gibran jadi capres atau capres kecuali partai yang sudah owah atau gendeng".
Lebih lanjut mantan ketua MPR RI tersebut memprediksi bahwa peluang bagi sang wakil presiden untuk kembali mendapatkan tiket pencalonan pada kontestasi pemilu di masa depan akan tertutup rapat dari dukungan partai papan atas.
Ia menutup analisis politiknya mengenai peta jalan kekuasaan di masa mendatang dengan menegaskan, "satu-satunya partai yang mencalonkan Gibran sebagai capres atau cawapres hanyalah PSI Partai Solidaritas Indonesia itu pun kalau PSI lolos parlementary threshold sebesar 4% dan tetap saja Gibran tak mungkin dililih oleh Grendra PDIP Golkar dan partai-partai lain yang mungkin juga lolos parlementary thresold jadi jadi bagaimana masa depan Gibran dan papanya tetap gelap".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok