Berita, Nasional

Amien Rais Kritik IKN: Tanah Gembur dan Target Prabowo Mission Impossible

Repelita.net

05 May 2026 23:35 WIB • 1,052 view

Amien Rais Kritik IKN: Tanah Gembur dan Target Prabowo Mission Impossible
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh senior nasional sekaligus pendiri Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik yang sangat keras terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini menjadi salah satu agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto .

Dalam kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada awal Mei 2026, Amien Rais menyebut bahwa tantangan utama pembangunan IKN tidak hanya bersifat teknis semata melainkan sudah menyentuh aspek fundamental yang bisa menentukan gagal atau berhasilnya proyek strategis nasional tersebut .

ADVERTISEMENT

Amien mengingatkan dengan nada serius bahwa rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara ditargetkan mulai berfungsi penuh sebagai ibu kota politik pada tanggal 17 Agustus 2028 mendatang .

Ia merujuk pada pernyataan resmi pemerintah yang ingin merampungkan gedung-gedung utama pemerintahan termasuk gedung legislatif dan yudikatif jauh sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan tersebut berakhir .

Namun dari hasil pengamatan langsung yang dilakukan di lokasi pembangunan, Amien mengaku menyimpan keraguan yang sangat besar terhadap kemampuan pemerintah memenuhi target ambisius tersebut .

Ia menggambarkan kondisi tanah di kawasan IKN yang menurutnya tidak rata dan cenderung berbukit dengan struktur tanah yang ia sebut agak gembur dan tidak stabil untuk bangunan besar .

Ditambah lagi dengan keberadaan aliran sungai kecil yang melintasi area pembangunan serta potensi genangan air yang tinggi saat memasuki musim hujan deras .

Amien menilai bahwa tantangan geografis dan kondisi alam yang kurang bersahabat ini tidak bisa dianggap remeh atau disepelekan oleh para kontraktor dan perencana proyek .

“Kalau hujan besar, lumpur bisa menggenangi jalan-jalan yang sudah dibangun,” ujarnya menggambarkan secara gamblang kondisi lapangan yang ia saksikan sendiri dengan mata kepala tanpa perantara .

Tak hanya persoalan teknis dan geografis, Amien juga menyinggung aspek pembiayaan yang menurutnya menjadi masalah pelik yang belum menemukan jalan keluar yang jelas .

Ia mengingatkan bahwa proyek megakontruksi ini telah menelan anggaran negara puluhan triliun rupiah sejak awal masa pembangunan dimulai pada era pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo .

Amien kemudian mempertanyakan secara terbuka mengenai kelanjutan pendanaan proyek, terutama dari para investor asing yang hingga saat ini dinilai belum menunjukkan realisasi investasi yang signifikan .

Dalam kritiknya yang pedas, ia turut menyinggung era kepemimpinan Joko Widodo terkait klaim-klaim optimistis tentang masuknya investor asing ke proyek IKN yang ternyata tidak sepenuhnya tercermin dalam realisasi di lapangan .

Puncak dari kritiknya adalah ketika Amien menyebut target besar Presiden Prabowo Subianto untuk mulai berkantor di IKN sebagai tantangan yang luar biasa berat dan hampir mustahil untuk diwujudkan .

Bahkan dengan nada yang sangat skeptis, ia menyebut target ambisius tersebut berpotensi besar menjadi sebuah mission impossible atau misi yang mustahil jika berbagai persoalan mendasar tidak ditangani secara serius dan terukur oleh pemerintah .

Meskipun demikian, di akhir pernyataannya Amien Rais tetap membuka ruang seluas-luasnya untuk kemungkinan koreksi terhadap pendapatnya sendiri .

Ia menyatakan dengan legowo bahwa dirinya siap mengakui kekeliruan serta menarik semua pernyataan jika proyek IKN tersebut benar-benar berhasil diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah .

Pernyataan kontroversial dari tokoh senior nasional ini menambah deretan panjang suara kritis dari berbagai kalangan terhadap proyek IKN yang merupakan sebuah megaproyek ambisius .

Proyek ini tidak hanya menguji kemampuan teknis dan finansial pembangunan tetapi juga daya tahan politik, ekonomi, serta kepercayaan publik terhadap janji-janji pemerintah .

Hingga berita ini diturunkan pada Selasa, 5 Mei 2026, pihak Istana Kepresidenan maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum memberikan tanggapan resmi terhadap kritik pedas yang dilontarkan oleh Amien Rais .

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung