Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Teka-Teki Suksesor Teheran: Mojtaba Khamenei Dilarikan ke Rusia, Cacat Fisik atau Taktik?

 

 Repelita Teheran - Kabut misteri menyelimuti suksesi kepemimpinan di Teheran pasca serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Teka-teki suksesor Teheran semakin mengemuka setelah Mojtaba Khamenei dilaporkan dilarikan ke Rusia dalam kondisi kritis.

Mojtaba Khamenei, sosok yang baru saja didapuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, dievakuasi secara rahasia menggunakan pesawat militer Rusia.

Pertanyaan besar kini muncul, apakah pemimpin baru Iran itu mengalami cacat fisik permanen atau ini bagian dari taktik perang?

Laporan yang dihimpun dari Times of India dan Wion, Senin, 16 Maret 2026, menyebutkan bahwa Mojtaba diterbangkan dengan pengawalan sangat ketat.

Langkah medis darurat ini diambil menyusul kondisi fisiknya yang dikabarkan kritis akibat serangan udara masif pada akhir Februari lalu.

Evakuasi ini dilakukan setelah serangan udara pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya juga menghantam posisi Mojtaba.

Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, memberikan konfirmasi yang memperkuat spekulasi mengenai kondisi kritis pemimpin baru Iran.

Menurut Salarian, sang Pemimpin Tertinggi mengalami luka serius di beberapa bagian vital tubuhnya akibat dentuman bom AS-Israel.

"Informasi yang saya terima, beliau mengalami cedera parah di bagian kaki, tangan, dan lengan. Saat ini ia membutuhkan perawatan spesialis di rumah sakit," ungkap Salarian.

Pernyataan itu mengutip kondisi darurat di fasilitas kesehatan Iran yang kini mulai lumpuh akibat rentetan serangan.

Kondisi rumah sakit di dalam negeri Iran dilaporkan sudah mencapai titik nadir dengan pasien yang overload dan fasilitas rusak.

Rusaknya infrastruktur kesehatan memaksa Presiden Rusia, Vladimir Putin, turun tangan secara pribadi membantu Iran.

Dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin disebut menawarkan suaka medis di Moskow.

Putin menawarkan perawatan terbaik bagi Mojtaba di rumah sakit khusus yang dijaga ketat.

Ada aroma operasi senyap yang kental dalam transisi kepemimpinan Iran pasca serangan mematikan tersebut.

Sejak didapuk menggantikan mendiang ayahnya, Mojtaba Khamenei sama sekali belum pernah tampil secara fisik di depan publik.

Upaya penutupan informasi digital atau digital blackout dilakukan secara masif oleh Teheran.

Pidato kenegaraan perdananya hanya dirilis dalam bentuk teks yang dibacakan oleh penyiar berita tanpa audio asli.

Publikasi tersebut tanpa dukungan audio asli apalagi video yang menunjukkan wajah pemimpin baru Iran.

Sejumlah pengamat intelijen mencurigai narasi tersebut sebenarnya disusun oleh Kepala Keamanan Ali Larijani.

Langkah ini diduga untuk mengisi kekosongan kekuasaan di tengah ketidakpastian kondisi pemimpin tertinggi.

Lebih mencengangkan lagi, tim investigasi BBC Verify menemukan fakta mengejutkan tentang foto profil resmi.

Foto profil Mojtaba yang dirilis baru-baru ini ternyata adalah foto lama yang sudah dipoles dengan teknologi AI.

Foto tersebut diduga kuat telah dipoles sedemikian rupa menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Tujuannya agar sang pemimpin tampak segar dan sehat di mata rakyatnya yang sedang berduka.

Presiden AS Donald Trump, dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, turut menyiram bensin ke dalam api spekulasi.

Dalam sebuah wawancara radio, Trump mempertanyakan validitas eksistensi sang pemimpin baru tersebut.

"Saya kira dia terluka. Mungkin dia masih hidup dalam 'bentuk tertentu', tapi jelas tidak dalam kondisi prima," ujar Trump bernada skeptis.

Senada dengan sang presiden, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth secara resmi menyatakan data intelijen terbaru.

Berdasarkan data intelijen, Mojtaba Khamenei kemungkinan besar mengalami cacat fisik permanen.

Kondisi ini membuat struktur komando Korps Garda Revolusi Iran kini beroperasi secara otonom.

Para analis meyakini bahwa mesin perang IRGC tetap bisa berjalan meski tanpa arahan langsung dari seorang pemimpin tertinggi.

Pemimpin tertinggi kini tengah terasing di meja operasi jauh dari tanah airnya.

Di sisi lain, Rusia memilih untuk tetap bermain di wilayah abu-abu dalam kasus ini.

Sekretaris Pers Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menolak memberikan komentar panjang lebar.

"Kami tidak pernah mengomentari laporan semacam itu," tegas Peskov singkat, sebagaimana dikutip dari kantor berita Tass.

Meski Kementerian Luar Negeri Iran bersikeras bahwa kondisi Mojtaba dalam keadaan baik, publik tetap ragu.

Absennya kehadiran fisik sang pemimpin di tengah perang yang kian membara justru mempertegas satu hal.

Ada sesuatu yang sedang disembunyikan rapat-rapat di balik tirai kekuasaan Teheran saat ini.

Kini dunia bertanya-tanya, apakah Mojtaba mengalami cacat fisik permanen atau ini bagian dari taktik perang untuk mengelabui musuh.

Apakah Iran akan terus dipimpin oleh bayang-bayang dari Moskow dalam waktu yang tidak ditentukan.

Spekulasi tentang kondisi asli Mojtaba terus berkembang di kalangan analis intelijen global.

Sementara itu, mesin perang Iran terus bergerak meskipun tanpa kehadiran fisik pemimpin tertingginya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved