
Repelita Tepi Barat - Konvoi pasukan Israel dilaporkan menembaki warga Palestina di Desa Tammun, Tepi Barat, pada Minggu 15 Maret 2026, menyebabkan empat orang tewas terdiri dari ayah, ibu, dan kedua anak mereka yang berusia 5 dan 7 tahun .
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Palestina, keempat korban tewas terdiri dari ayah, ibu, dan kedua anak mereka yang berusia 5 dan 7 tahun yang dilaporkan ditembak di bagian kepala secara brutal .
Sementara itu dua anak lainnya yang berada di keluarga tersebut dilaporkan hanya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat .
Sebelumnya pasukan Israel juga telah menyerang wilayah Gaza dan Khan Younis pada Jumat 13 Maret 2026 dan menurut laporan Al Jazeera pada Sabtu 14 Maret 2026 lima orang tewas dalam serangan tersebut .
Sebetulnya Israel sudah menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Palestina pada Oktober 2025 lalu di mana baik Israel dan milisi Hamas di Palestina tidak boleh lagi melakukan serangan terhadap satu sama lain .
Kendati begitu kesepakatan gencatan senjata tersebut kerap dilanggar oleh Israel karena mereka masih saja melakukan serangan di Tepi Barat, di Gaza, dan di Khan Younis .
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza sudah ada sekitar 658 orang yang tewas imbas serangan Israel yang dilakukan sejak Oktober lalu melanggar perjanjian damai yang telah disepakati .
Semua serangan yang dilakukan Israel ke Palestina ini terjadi di saat mereka juga sedang sibuk berperang dengan Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 .
Pada 28 Februari lalu Israel dan Amerika Serikat resmi memulai serangan terhadap Iran dengan tujuan Israel menyerang Iran untuk menjatuhkan rezim Ayatollah Ali Khamenei .
Sementara itu AS menyerang Iran untuk menghentikan program nuklir mereka dan hingga kini baik Israel maupun AS masih berperang melawan Iran memasuki pekan ketiga .
Selain menyerang Iran Israel saat ini juga sedang gencar menyerang Lebanon untuk menyasar milisi Hizbullah yang diduga membantu Iran melakukan perlawanan terhadap mereka dan AS .
Sejauh ini serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan sekitar 687 orang termasuk 98 anak-anak sementara itu lebih dari 800 ribu warga lainnya terpaksa mengungsi .
Pemerintah Lebanon sendiri sudah mengajak Israel untuk berdialog agar Israel berhenti menyerang Lebanon karena meski ditujukan ke Hizbullah serangan Israel juga tetap berdampak kepada banyak warga sipil .
Pemerintah Lebanon juga memberi kecaman keras kepada Hizbullah dengan menyebut mereka telah berkhianat kepada negara karena dianggap telah memicu serangan brutal Israel di Lebanon .
“Pemerintah Lebanon pada tanggal 2 Maret mengambil keputusan yang jelas dan tidak dapat diubah lagi. Kami telah melarang segala aktivitas militer atau keamanan Hizbullah. Kami ingin melaksanakannya dengan jelas dan tegas,” ujar Presiden Lebanon Joseph Aoun yang gerah terhadap milisi Hizbullah dilansir The Strait Times .
Pembunuhan satu keluarga di Tepi Barat ini menambah daftar panjang pelanggaran Israel terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdosa .
Masyarakat internasional mendesak agar Israel segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan menghormati kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati .
Dunia juga meminta agar Israel fokus pada penyelesaian konflik dengan Iran tanpa harus melibatkan warga sipil Palestina yang tidak bersalah dalam pusaran perang yang lebih besar .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

