Repelita Washington - Babak belur hadapi Iran, seorang pejabat senior Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memberikan ide mengejutkan di tengah eskalasi konflik.
Dalam sebuah perbincangan di podcast All-In, Penasihat AI dan mata uang kripto Gedung Putih, David Sack, justru mendorong Trump untuk segera mencari jalan keluar.
Ia secara tegas memperingatkan bahwa Washington mungkin sudah mendekati batas kemampuan yang dapat dicapai dengan aman dalam perang yang semakin meningkat dengan Iran.
"Ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan kemenangan dan keluar," katanya dengan alasan bahwa Washington harus mencari jalan keluar melalui negosiasi.
"Saya setuju bahwa kita harus mencoba menemukan jalan keluar," ujarnya dikutip Palestine Chronicle, Selasa 17 Maret 2026.
Pernyataan penting dan langka ini menantang narasi dominan yang datang dari Gedung Putih dan banyak tokoh Partai Republik yang terus menggambarkan perang sebagai keberhasilan strategis yang menentukan.
Sebaliknya, Sacks menyampaikan catatan yang jauh lebih hati-hati, menunjukkan bahwa semakin lama perang berlanjut, semakin tidak dapat diprediksi konsekuensinya.
Bahkan Sacks memperingatkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk membalas dengan cara yang dapat menggoyahkan seluruh kawasan Timur Tengah.
Salah satu skenario yang diuraikannya melibatkan serangan terhadap infrastruktur minyak Teluk dan pabrik desalinasi yang memasok air minum di seluruh Semenanjung Arab.
“Saya pikir ada sekitar 100 juta orang di Semenanjung Arab yang mendapatkan air mereka dari desalinasi,” ungkap Sacks menggambarkan potensi dampak kemanusiaan yang sangat besar.
Kerusakan pada fasilitas tersebut dapat memiliki konsekuensi kemanusiaan langsung di beberapa negara Teluk yang sangat bergantung pada air hasil desalinasi untuk kebutuhan sehari-hari.
Sacks menggambarkan skenario tersebut sebagai bencana yang benar-benar mengerikan jika sampai terjadi di kawasan yang sudah dilanda ketegangan.
Komentarnya mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa Iran mungkin akan merespons secara asimetris, menargetkan infrastruktur dan sistem ekonomi.
Sacks juga memperingatkan bahwa perang tersebut dapat menciptakan tekanan serius pada Israel jika terus meningkat tanpa kendali dari pihak manapun.
Selama diskusi podcast, dia mencatat bahwa konfrontasi regional yang berkepanjangan dapat menguji sistem pertahanan udara Israel.
Kondisi itu akan mengekspos negara tersebut pada tekanan rudal yang berkelanjutan dari berbagai arah di kawasan Timur Tengah.
Dalam percakapan yang sama, Sacks menggambarkan Iran sebagai pihak yang memegang apa yang disebutnya sebagai saklar maut atas nasib ekonomi negara-negara Teluk.
Ungkapan tersebut merujuk pada kemampuan Iran untuk mengganggu infrastruktur ekonomi dan energi utama di seluruh wilayah jika perang semakin intensif.
Peringatan dari pejabat senior Trump ini menjadi sinyal adanya perbedaan pandangan di dalam lingkaran dalam pemerintahan AS mengenai strategi terbaik menghadapi Iran.
David Sack mendesak agar AS segera mencari jalan diplomasi sebelum konflik ini berubah menjadi bencana kemanusiaan dan ekonomi yang tak terkendali.
Ide untuk menyatakan menang lalu kabur atau keluar dari konflik kini menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat hubungan internasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

