Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Trump Beri Iran Ultimatum 10-15 Hari: Diplomasi atau Perang

 

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dalam waktu 10 hingga 15 hari ke depan akan diambil keputusan krusial apakah melanjutkan jalur diplomasi dengan Iran atau memerintahkan serangan militer sebagai opsi terakhir.

Pernyataan ini disampaikan saat Trump menegaskan bahwa masa depan kebijakan AS terhadap Iran berada di persimpangan dengan kemungkinan melangkah lebih jauh atau mencapai kesepakatan damai yang selama ini dinegosiasikan.

"Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak," katanya dalam pertemuan Board of Peace di Washington pada Kamis (19/2/2026).

"Mungkin kita akan membuat kesepakatan dengan Iran," imbuh Trump seraya menegaskan jangka waktu tersebut saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan dinasnya ke Georgia.

Dalam pertemuan dengan para penasihat senior, Trump meninjau status pembicaraan nuklir yang berlangsung di Jenewa awal pekan ini dan menilai pembicaraan berjalan cukup baik.

Presiden AS menilai pembicaraan berjalan baik, namun menekankan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan yang berarti, jika tidak, konsekuensi buruk akan terjadi di kawasan Timur Tengah.

Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa Washington mengharapkan Teheran memberikan langkah-langkah konkret untuk mengatasi kekhawatiran nuklir pada akhir bulan ini.

Sementara itu, pejabat AS dan Israel memperkirakan bahwa operasi militer terhadap Iran jika terjadi akan berupa kampanye besar yang dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Kampanye militer mungkin dimulai dalam beberapa hari ke depan jika jalur diplomasi yang tengah berlangsung dinyatakan gagal oleh pemerintahan Trump.

Pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford beserta aset angkatan laut pelengkap ke Mediterania Timur menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi waktu serangan potensial.

Namun Inggris menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya di Diego Garcia dalam operasi terhadap Iran dengan alasan masalah hukum dan kedaulatan wilayah.

Sementara itu Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa pernyataan Trump menunjukkan risiko nyata agresi militer yang dapat memicu bencana di kawasan Timur Tengah.

Dalam surat resmi yang diperoleh RIA Novosti misi tersebut menegaskan bahwa peningkatan aset militer AS dan retorika agresif Washington bukan sekadar sinyal politik biasa.

Surat itu menyatakan pernyataan tersebut menandakan risiko nyata agresi militer yang konsekuensinya akan menjadi bencana bagi kawasan dan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Iran menegaskan akan merespons secara tegas dan proporsional berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB jika menjadi sasaran agresi militer oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Lebih lanjut Teheran memperingatkan bahwa semua pangkalan, fasilitas, dan aset AS di kawasan akan menjadi sasaran sah dalam kerangka respons pertahanan diri.

Misi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi tak terduga akibat eskalasi yang mereka mulai di kawasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved