Repelita Jakarta - Polemik dugaan mark up dana wakaf Al-Qur'an yang melibatkan Taqy Malik semakin memanas setelah Randy Permana fotografer Indonesia di Arab Saudi merilis bukti tambahan melalui Instagram Story-nya.
Randy membagikan tangkapan layar percakapan lama di Direct Message dengan Taqy Malik yang menunjukkan diskusi soal pembelian mushaf di Makkah.
Dalam chat tersebut Taqy tampak antusias setelah Randy menyebut harga mushaf bisa didapat seharga 25 riyal bahkan 23 riyal di daerah Tanim atau sekitar seratus ribu rupiah per eksemplar.
Taqy kemudian meminta Randy menyediakan lima ratus mushaf terlebih dahulu dengan ungkapan boleh nih brother biar ga repot juga 500 dlu aja gpp brother.
Randy menambahkan caption menantang Taqy untuk terbuka soal harga jual wakaf yang selama ini dikabarkan mencapai ratusan ribu rupiah per mushaf.
Ia menulis ayo gas sekalian @taqy_malik kalo mau buka bukaan mushaf 25 riyal km jual berapa disertai emotikon tertawa sebagai sindiran.
Randy juga mengungkapkan masa lalu Taqy yang pernah berurusan dengan polisi Madinah pada Ramadan tahun lalu saat berbagi makanan di Mamsha Quba.
Menurut Randy ia sempat mendampingi Taqy agar tidak ditangkap aparat setempat karena aksi tersebut melanggar prosedur di kawasan tersebut.
Ia menyatakan kekecewaan karena niat baiknya mengingatkan justru dibalas permusuhan meski dulu pernah membantu Taqy dalam situasi sulit.
Randy menegaskan bahwa Taqy saat ini tidak dicekal imigrasi Saudi namun ia akan melapor ke pihak berwenang jika Taqy mengulangi penggalangan dana atau kegiatan serupa yang melanggar aturan Kerajaan.
Perseteruan ini bermula dari kritik Randy terhadap harga wakaf Al-Qur'an program Taqy yang dinilai jauh di atas harga pasaran di sekitar Masjid Nabawi yaitu hanya tiga puluh hingga empat puluh riyal per mushaf cetakan Madinah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

