Repelita Jakarta - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, angkat bicara terkait fenomena viral di media sosial yang menandai rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Google Maps sebagai "Tembok Ratapan Solo".
Ahmad Ali menegaskan bahwa publik perlu melakukan telaah mendalam untuk mengetahui siapa pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas perubahan nama lokasi tersebut di platform navigasi digital.
"Itu yang membuat siapa? harus dilihat itu terlebih dahulu. Jangan nanti ditarik-tarik ke agama tertentu atau dijadikan Jokowi sebagai nabi," kata Ahmad Ali saat dihubungi pada Rabu, 13 Februari 2026.
Politikus PSI itu memastikan bahwa perubahan nama tersebut sama sekali tidak dilakukan oleh kader partainya maupun oleh keluarga besar Joko Widodo.
Menurut Ahmad Ali, fenomena banyaknya masyarakat yang berdatangan dan berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo menunjukkan kecintaan dan kerinduan mereka kepada mantan kepala negara tersebut.
"Yang pasti bagi PSI hadirnya masyarakat di kediaman beliau itu bentuk kecintaan kepada Pak Jokowi. Dan kami juga tidak ingin hal ini nanti ditarik-tarik atau dikaitkan dengan agama tertentu," tutur Ali menjelaskan sikap partainya.
Ia juga mengajak publik untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai motif di balik penamaan kontroversial tersebut.
"Jadi, harus dilihat lagi itu yang melakukan dari siapa? Apakah itu dari kelompok pembenci beliau yang memang sengaja untuk menjatuhkan beliau, kita tidak tahu," sambungnya dengan nada hati-hati.
Diketahui, kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang beralamat di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, mendadak viral setelah muncul dengan nama "Tembok Ratapan Solo" di aplikasi Google Maps.
Nama lokasi yang tidak biasa tersebut muncul tepat di atas titik koordinat rumah pribadi orang nomor satu Indonesia periode 2014-2024 itu.
Fenomena ini semakin menguat setelah beredar luas video seorang pemuda yang melakukan aksi teatrikal seolah sedang meratap di depan gerbang rumah Jokowi.
Salah satu video yang viral tersebut dibagikan oleh akun Instagram @indopium yang memperlihatkan aksi pemuda tersebut dengan latar belakang pagar rumah mantan presiden.
"Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z," tulis keterangan dalam unggahan akun tersebut yang menarik perhatian warganet.
Penamaan kontroversial ini memicu beragam reaksi dari berbagai kalangan masyarakat dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, sebelumnya juga telah memberikan tanggapan atas fenomena viral tersebut dengan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi serupa.
Syarif menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan kediaman pribadi, bukan tempat wisata religi seperti yang disematkan dalam label di platform digital.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

