Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Proyek Raksasa Mobil India di Tengah Beban Utang Negara Rp9.637 Triliun, Pemerintah Tetap Impor 105.000 Mobil India untuk Koperasi Desa?

Repelita Jakarta - Di tengah tekanan berat utang negara yang mencapai Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025 pemerintah Indonesia justru tancap gas mengimpor 105.000 unit kendaraan komersial dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) .

Penugasan pengadaan kendaraan ini diberikan kepada BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara yang mengamankan kontrak dengan dua pabrikan otomotif India yaitu Mahindra dan Tata Motors .

Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok oleh Mahindra dan Mahindra sementara 70.000 unit lainnya terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck dari Tata Motors .

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota membenarkan sebagian unit dalam kondisi utuh telah tiba di Indonesia dan menegaskan bahwa kendaraan tersebut akan menjadi tulang punggung distribusi logistik desa .

"Armada kendaraan ini diposisikan sebagai tulang punggung distribusi logistik desa," katanya dalam siaran pers pada Selasa 17 Februari 2026 .

Agrinas menegaskan bahwa pilihan produsen India didasarkan pada kemampuan memasok dalam jumlah besar, harga yang kompetitif, serta kesiapan unit dalam waktu cepat sesuai dengan kebutuhan program nasional .

Pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia dengan 30.000 unit kendaraan direncanakan rampung hingga pertengahan 2026 .

Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan bahwa kendaraan tersebut akan memperkuat rantai pasok pangan hingga tingkat desa dan mendukung operasional koperasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa .

CEO Divisi Otomotif Mahindra dan Mahindra Nalinikanth Gollagunta menilai pesanan 35.000 unit Scorpio Pik Up itu melampaui total ekspor perusahaan pada tahun fiskal 2025 .

"Volume pesanan ini sangat signifikan bagi ekspansi global perusahaan kami," jelasnya merespons kontrak besar dari Indonesia .

Sementara itu Tata Motors melalui anak usahanya PT Tata Motors Distribusi Indonesia mengamankan pesanan 70.000 kendaraan komersial untuk program strategis nasional .

Pihak Tata menilai proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia khususnya dalam memperkuat konektivitas pedesaan distribusi hasil panen serta ketahanan ekonomi desa .

Kebijakan impor kendaraan bermerek asing ini memantik sorotan publik yang mempertanyakan korelasi dengan semangat kemandirian ekonomi yang kerap digaungkan Presiden Prabowo Subianto .

Nama koperasinya Merah Putih namun kendaraan yang didatangkan justru dari produsen India menuai kritik dari berbagai kalangan masyarakat .

Kendati demikian pemerintah menekankan urgensi pengadaan kendaraan dalam jumlah besar dan waktu cepat demi mendukung program nasional yang sedang berjalan .

Program ini terutama bertujuan memperkuat distribusi pangan dan ketahanan ekonomi di desa-desa Indonesia yang membutuhkan dukungan logistik memadai .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved